Diperkenalkan di Lombok Epicentrum Mall, Apa Itu Olahraga Langkah Dansa?

Selasa, 29 Jul 2025, 20:14 WIB

JAKARTA - Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) memperkenalkan olahraga langkah dansa secara unik dengan menggelar pertandingan di pusat perbelanjaan Lombok Epicentrum Mall, sebagai bagian dari Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Umum ILDI Ambar Susilastuti mengatakan, pemilihan mal sebagai arena pertandingan bertujuan untuk menarik minat banyak masyarakat.

Ket. Foto: Sambutan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap penyelenggaraan FORNAS VIII 2025 cukup luar biasa. Salah satunya terhadap Induk Olahraga (Inorga) Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) yang menyelenggarakan pertandinganya di Lombok Epicentrum Mall. — Sumber: ANTARA/HO-Kemenpora

“Kami sengaja meminta ke panitia pelaksana untuk menggelar pertandingan di mall. Tujuannya ingin mengenalkan masyarakat terhadap olahraga langkah dansa, dan juga ingin mengajak masyarakat NTB bugar,” kata Ambar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (29/7).

Olahraga langkah dansa merupakan aktivitas fisik yang memadukan gerakan tari dengan ritme musik yang menyenangkan.

Dalam kompetisi kali ini, ILDI menggelar kategori Line Dance (LD) perorangan maupun grup, dengan total lebih dari 400 peserta dari berbagai kelompok umur.

Kategori lomba mencakup anak-anak usia 4-13 tahun, pelajar di atas 13 tahun, dewasa satu, dewasa dua, hingga lansia di atas 55 tahun. Keberagaman peserta ini menjadikan langkah dansa adalah olahraga inklusif yang dapat dinikmati lintas generasi.

Ketua Panitia ILDI Tanti Damayanti menjelaskan bahwa semua peserta menggunakan lagu-lagu yang sudah ditentukan sejak Januari 2025, dengan materi koreografi yang bersumber dari lagu daerah dan lagu-lagu Indonesia.

“Materi yang dilombakan adalah koreo dengan lagu daerah atau lagu Indonesia, 12 lagu yang disepakati. Dan 12 tersebut dipecah lagi dengan masing-masing kategori,” ungkapnya.

Beberapa lagu yang digunakan antara lain Fatwa Pujangga, Inak Tegining Inak Tegangang, Sik Asik, Gara-Garase, dan Cerita Cinta. Tidak hanya iringan musik, pemilihan kostum juga disesuaikan dengan nilai-nilai lokal.

“Karena acaranya di NTB jadi kami ambil lagu daerah NTB, dan satu lagi untuk kostum kami menghormati dengan slogan Pulau Seribu Masjid, maka kostumnya juga sopan,” kata Tanti.

Pemilihan mal sebagai tempat lomba bukan semata-mata demi estetika. Tanti menyebutkan bahwa venue tersebut dipilih agar masyarakat bisa menonton langsung dan mengenal langkah dansa lebih dekat.

“Venue kita pilih sendiri, di Epicentrum ini supaya masyarakat NTB tahu bahwa untuk hidup sehat dan bugar itu sangat mudah,” tuturnya.

Langkah dansa sebagai cabang olahraga rekreasi terus berkembang dan kian diminati, tidak hanya karena aspek kebugarannya, tetapi juga karena sifatnya yang menyenangkan dan mudah diakses.

Melalui ajang seperti Fornas, ILDI berharap langkah dansa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong gaya hidup aktif yang bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari dalam pusat perbelanjaan. Ant

  • Olahraga Langkah Dansa

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.