• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kelambu Berinsektisida unt...

Kelambu Berinsektisida untuk Perangi Malaria

Senin, 28 Jul 2025, 07:30 WIB

SEJAK 2012, UNICEF telah mendistribusikan lebih dari 275 juta kelambu berinsektisida tahan lama (long-lasting insecticidal nets/LLIN), yang merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi diri dari malaria.

Malaria adalah penyakit yang mengancam jiwa yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2019, tercatat 229 juta kasus malaria di seluruh dunia, dengan 409.000 kematian akibat penyakit ini.

Ket. Foto: Petugas menunjukkan cara memasang kelambu di tempat tidur saat pembagian kelambu berinsektisida gratis pada 24 April 2015 di balai kota, distrik populer Port-Bouet, Abidjan, menjelang Hari Malaria Sedunia pada 25 April 2015. — Sumber: AFP/SIA KAMBOU

Namun, anak-anak usia dini adalah yang paling terdampak. Pada tahun yang sama, 274.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena penyakit ini, yang merupakan dua pertiga dari seluruh kematian akibat malaria di seluruh ­dunia.

Tidur di bawah kelambu berinsektisida tahan lama adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah malaria, karena kelambu tersebut membentuk penghalang fisik dan kimia terhadap nyamuk.

Ketika nyamuk mencoba menggigit seseorang yang tidur di bawah kelambu berinsektisida, mereka tidak hanya terhalang oleh kelambu, tetapi juga terbunuh oleh lapisan insektisida.

Studi menunjukkan bahwa penggunaan kelambu berinsektisida (LLIN) mengurangi insiden malaria hingga 50 persen di Afrika sub-Sahara, di wilayah yang menyumbang lebih dari 90 persen kasus malaria global.

Daya Tahan LILIN jauh lebih efektif daripada kelambu yang tidak diberi perlakuan karena diproduksi dengan kelambu yang mengandung insektisida yang direkomendasikan WHO. Berkat perlakuan ini, efek insektisida bertahan lebih lama dan kelambu dapat digunakan hingga tiga tahun atau 20 kali pencucian.

UNICEF mulai membeli LLIN pertamanya pada tahun 2000 dengan pembelian 53.000 kelambu untuk mendukung pengendalian dan pencegahan malaria di negara-negara yang terdampak penyakit ini. Sejak saat itu, angka ini telah meningkat secara signifikan, meskipun angka tahunan berfluktuasi tergantung pada permintaan dari negara-negara endemis malaria. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.