Bengkulu Berkabut Akhir-akhir Ini, Simak Penjelasan BMKG
Senin, 28 Jul 2025, 09:12 WIBBENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu menyebut bahwa kabut yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir disebabkan karena adanya penguapan serta titik panas di wilayah tersebut. Â
"Hingga beberapa hari ke depan akan terjadi fenomena kabut di Bengkulu yang disebabkan karena penguapan," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu Winda Ayu Kusuma di Kota Bengkulu, Senin (28/7).
Ia menyebut bahwa terjadinya kabut di Bengkulu selain dipengaruhi oleh penguapan yang tinggi, juga disebabkan karena adanya titik panas hingga peralihan memasuki musim kemarau di Bengkulu. Â
Untuk titik panas tersebut berada di tujuh wilayah yang terdiri dari satu di Kabupaten Mukomuko, empat titik di Kabupaten Rejang Lebong, dan dua titik di Kabupaten Seluma.
"Penguapan yang menghasilkan kabut tersebut diprediksi terjadi beberapa hari ke depan, namun akan berangsur pulih pada siang hari," ujar dia.
Winda menerangkan bahwa fenomena kabut tersebut masih aman bagi masyarakat khususnya para pengendara kendaraan di jalur darat, namun berdampak bagi penerbangan jika jarak pandang berada di angka 500 hingga 600 meter. Â
Meskipun demikian, saat ini jarak pandang untuk jalur udara masih berada di angka 5000 sampai 6000 meter sehingga dalam kategori aman.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa dengan adanya perubahan cuaca dari suhu panas dan terkadang hujan menyebabkan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di wilayah tersebut meningkat.
Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu terus melakukan imbauan dan sosialisasi agar masyarakat dapat selalu berhati-hati terhadap perubahan cuaca, karena dapat menyebabkan penyakit ISPA.
"Karena perubahan cuaca dari panas kadang hujan menyebabkan masyarakat di Kota Bengkulu rentan terserang penyakit ISPA," terang Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani.
Hal tersebut dilakukan sebab, sejak Januari hingga awal Juli 2025 kasus ISPA di Kota Bengkulu telah mencapai 15.034 kasus dan 3.312 diantaranya menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun.
Untuk gejala yang dikeluhkan oleh masyarakat yang terindikasi ISPA yaitu memiliki gejala seperti flu, batuk, pilek, demam tinggi dan lainnya, sehingga diimbau untuk mendatangi fasilitas kesehatan agar mendapatkan pengobatan.
Untuk itu, Joni mengimbau kepada seluruh masyarakat Kora Bengkulu agar menjaga daya tahan tubuh dan menghindari paparan cuaca ekstrem seperti terkena hujan ataupun panasnya matahari secara langsung.
Serta, masyarakat dapat menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi agar terhindar dari wabah tersebut, serta mengurangi konsumen makanan yang berminyak dan minuman dingin sebab dapat menyebabkan batuk serta menghindari mengkonsumsi makanan cepat saji.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Cek Tips Mudik Aman dan Sehat dari Akademisi UB
-
Pohon Tumbang Menimpa Dua Kendaraan di Pasar Atas Curup Rejang Lebong
-
Pemerintah Kasih Bantuan UMKM Terdampak Bencana di Tukka, Catat Cara Mendapatkannya Disini!
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
Hasil FIFA Series 2026: Bulgaria Bantai Kepulauan Solomon 10-2
-
Hasil Sidang Isbat Idulfitri 2026: Jadwal Pengumuman 1 Syawal 1447 H
-
Waspada Cuaca Panas Jakarta: Dinkes DKI Peringatkan Risiko Dehidrasi Hingga Heatstroke
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.