Bupati Kuningan Targetkan 6.000 Pencaker Terserap Lewat Bursa Talenta

Sabtu, 26 Jul 2025, 19:19 WIB

Kuningan -- Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menargetkan sebanyak 6.000 pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dapat terserap melalui pelaksanaan program bursa talenta atau job fair tahap kedua pada Juli 2025.

“Pelaksanaan kegiatannya hari ini. Walaupun hanya sehari, kami targetkan 6.000 pencaker bisa terserap ke dunia kerja,” kata Dian saat meninjau pelaksanaan job fair di Kuningan, Sabtu.

Ket. Foto: Pemkab Kuningan saat melaksanakan program bursa talenta (job fair) di GOR Ewangga Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (26/7). — Sumber: ANTAR/HO-Pemkab Kuningan.

Ia menjelaskan bursa talenta merupakan salah satu program unggulan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, untuk memperluas akses kerja bagi masyarakat di daerahnya

Dalam pelaksanaannya kali ini, kata dia, terdapat 40 perusahaan dari Kuningan, Cirebon, Brebes, Majalengka, hingga Jabodetabek yang mengambil bagian dengan menyediakan total 19.000 lowongan kerja.

Menurut Dian, kegiatan seperti ini terbukti efektif menurunkan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Kuningan.

Ia menyebutkan berdasarkan data, pada 2023 tingkat pengangguran di daerahnya tercatat sebesar 9,49 persen, kemudian berhasil ditekan menjadi 7,78 persen di tahun 2024.

“Dari peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat, kini kita turun ke posisi ketujuh. Ini menunjukkan kemajuan yang signifikan berkat pelaksanaan program bursa talenta,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya pelaksanaan program ini secara rutin untuk menjaga kesinambungan penyerapan tenaga kerja dan memperkuat keterhubungan antara pencaker dan dunia industri.

Ia mengingatkan agar para pencaker yang hadir dalam kegiatan hari ini dapat memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, bukan semata-mata karena gaji.

“Kalau bekerja sesuai passion, karier akan berkembang dan penghasilan akan mengikuti. Tapi kalau hanya mengejar uang, semangat akan cepat padam,” ujarnya.

Selain membuka peluang kerja, pihaknya pun mendorong generasi muda untuk membangun usaha sendiri sebagai solusi jangka panjang pengurangan pengangguran.

“Anak-anak muda jangan hanya menunggu lowongan. Ciptakan usaha, buka lapangan kerja. Pemerintah siap memberikan pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan UMKM,” katanya.

Dian memastikan saat ini pemerintah daerah sedang mendorong masuknya investasi padat karya, seperti industri sepatu dan pabrik maklon sebagai strategi jangka panjang penyerapan tenaga kerja.

“Untuk itu, penyusunan dokumen RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) tengah kami kebut sebagai dasar hukum untuk menjamin kepastian investasi,” ucap dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.