Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Desa Bali di Quanzhou Tiongkok, Komunitas Keturunan Indonesia yang Menetap Sejak 1960-an

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 11:00 WIB | Oleh:
Ada Desa Bali di Quanzhou Tiongkok, Komunitas Keturunan Indonesia yang Menetap Sejak 1960-an Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. "Desa Bali" di Tiongkok tenggara menampilkan nuansa budaya Indonesia

QUANZHOU - Patung-patung gajah berjajar di pinggir jalan, dan replika kecil "Gerbang Surga" yang ikonis dari Bali menyambut para pengunjung di pintu masuk Komunitas Nanshan di Distrik Luojiang, Quanzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara.

Dikenal secara lokal sebagai "Desa Bali", kawasan unik ini menampilkan nuansa budaya Indonesia yang kental di Tiongkok tenggara.

Meskipun ditulis dengan aksara Mandarin yang berbeda, "Desa Bali" memiliki pengucapan yang sama dalam bahasa Mandarin dengan Pulau Bali yang terkenal di Indonesia. Pada 1960-an, sekelompok warga keturunan Tiongkok-Indonesia kembali dari Bali dan menetap di daerah ini, menjadi fondasi bagi berkembangnya komunitas yang kini hidup dan kaya dengan nuansa Asia Tenggara.

Dimulai dari nyaris tanpa apa pun selain tekad kuat, para perintis yang kembali itu mengubah lahan pertanian menjadi kawasan modern dalam kurun waktu enam dekade. Melalui kerja keras lintas generasi dan semangat kemandirian, mereka tidak hanya membangun tempat tinggal, tetapi juga memperkuat identitas budaya yang mendalam.

Zhang Lianxing (77) merupakan salah satu perintis yang kembali ke Nanshan pada 1961. "Kami kembali tanpa membawa apa-apa," kenang Zhang. "Kami mulai dari bertani, lalu bekerja di pabrik, dan perlahan-lahan membangun kehidupan di sini." Sepanjang jalan, berbagai toko keluarga lainnya, termasuk kafe dan tempat makan, turut memperkaya suasana komunitas ini. Banyak pemilik usaha mewarisi keterampilan memasak dan budaya dari leluhur mereka yang membawanya kembali ke Tiongkok.

Kini, Balai Pameran Budaya Komunitas tersebut memamerkan pakaian batik tradisional Indonesia dan alat musik angklung. Menurut seorang pejabat komunitas, banyak warga lanjut usia masih berbicara dalam bahasa Bali di antara mereka, dan mereka juga menikmati tarian tradisional Bali yang akrab sejak masa muda mereka.

Keponakan Zhang kini menjalankan toko kue khas Indonesia di komunitas tersebut, menawarkan jajanan seperti lemper, kue lapis, dan kue dadar. "Resep ini diwariskan dari orang tua saya, yang belajar langsung saat tinggal di Indonesia," ujarnya. "Saya masih menyukai makanan yang manis, digoreng, dan pedas. Cita rasa itu tak pernah hilang dari ingatan saya," imbuh Zhang.

Sepanjang jalan, berbagai toko keluarga lainnya, termasuk kafe dan tempat makan, turut memperkaya suasana komunitas ini. Banyak pemilik usaha mewarisi keterampilan memasak dan budaya dari leluhur mereka yang membawanya kembali ke Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya saat hari libur, "Jalan Indonesia" yang menjadi ikon komunitas ini telah berkembang menjadi pusat kegiatan yang ramai. Banyak orang datang ke stan-stan pasar, di mana aroma jajanan Asia Tenggara bercampur dengan tawa meriah.

Suasana jalan yang semarak dengan warna dan cita rasa ini menawarkan gambaran tentang hubungan erat antara budaya Indonesia dan Tiongkok. Sebagai jembatan hidup bagi pertukaran budaya, "Desa Bali" di Quanzhou terus memainkan peran penting dalam meningkatkan rasa saling pengertian dan mendorong integrasi multikultural.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.