Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen, Asal Jangan Beri Angin Surga
Jumat, 25 Jul 2025, 01:03 WIBJAKARTA â Dalam kondisi global seperti ini, apakah tumbuh 5,2 persen bisa dicapai? Boleh saja, tapi jangan hanya angin surga. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi mampu mencapai target tahun ini yang ditetapkan sebesar 5,2 persen.
âTerkait pertumbuhan ekonomi, kita tetap optimis. Jadi kita berharap pertumbuhan sesuai dengan perencanaan di angka 5,2 persen. Beberapa hal sudah dipersiapkan. Presiden sudah mengarahkan bagaimana kita bisa mengungkit pertumbuhan di kuartal III dan IV,â ujar Airlangga.
Dia menjelaskan tengah mematangkan sejumlah strategi guna percepatan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui peninjauan ulang paket stimulus yang pernah digulirkan sebelumnya agar dampaknya lebih maksimal pada semester kedua 2025.
Airlangga mencontohkan, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang ditargetkan membangun 350.000 rumah, serta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan yang dapat mendukung pembangunan 450.000 rumah.
Kedua program itu dinilai mampu mendorong sektor konstruksi dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain sektor perumahan, pemerintah juga bakal menggenjot sektor pariwisata, terutama menjelang masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Airlangga menyampaikan bahwa Presiden telah mengarahkan agar pelabuhan dan bandara di daerah destinasi wisata dipersiapkan untuk menerima kunjungan turis mancanegara, baik melalui penerbangan regional maupun internasional.
"Ini sejalan dengan keinginan kita menarik investasi dari berbagai negara yang ingin langsung datang ke tempat," kata dia. Lebih lanjut, Menko juga menyinggung dampak dari keputusan Amerika Serikat (AS) yang tetap mempertahankan tarif impor sebesar 19 persen.
Meski kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi prospek ekonomi, pemerintah tetap menaruh harapan pada sektor-sektor domestik yang bisa dioptimalkan dalam waktu dekat. Adapun pada kuartal II 2025, pemerintah telah meluncurkan lima paket stimulus ekonomi dengan nilai total 24,44 triliun rupiah.
Stimulus ini mencakup berbagai insentif untuk menjaga daya beli masyarakat selama masa libur sekolah, antara lain subsidi transportasi, diskon tarif tol, bantuan sosial, subsidi upah, dan insentif sektor ketenagakerjaan.
Beberapa insentif tersebut berupa diskon 30 persen tiket kereta api, potongan PPN 6 persen untuk tiket pesawat, diskon 50 persen angkutan laut, serta potongan tarif tol sebesar 20 persen.
Untuk perlindungan sosial, pemerintah mengucurkan 11,93 triliun melalui tambahan manfaat Kartu Sembako dan distribusi beras 10 kilogram kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat.
Sementara di bidang ketenagakerjaan, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 300.000 diberikan kepada sekitar 17,3 juta pekerja berpenghasilan di bawah 5 juta rupiah. Seluruh stimulus tersebut tengah dievaluasi sebagai dasar penyusunan kebijakan lanjutan pada kuartal III.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ekonom: Industri Game Indonesia Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
-
Investasi Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Pastikan Lolos ke Grand Final Setelah Libas Garuda Jaya
-
Ekonomi Tangerang Ditopang Tiga Sektor
-
Ekonomi Jakarta Nyaris Capai 6 Persen
-
KemenPPPA Dorong Penguatan Layanan Perlindungan Perempuan Anak di Daerah
-
Kompetisi Menu Steak HOLYCOW! Berhadiah Rp20 Juta dan Kursus Kuliner Internasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.