Puji Gubernur Khofifah, HKTI Jatim Siap Kawal Penguatan Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nasional

Jumat, 25 Jul 2025, 00:36 WIB

SURABAYA —Dewan Pimpinan daerah (DPD) Dewan Pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur secara resmi melantik pengurus 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupate/Kota se Jatim periode masa bakti 2025–2030 di Surabaya, Kamis (24/7).

?Ketua DPC HKTI Jatim, Arum Sabil, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan kewajiban organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART. “Kami menunaikan kewajiban sebagai pimpinan organisasi sesuai AD/ART. Pelantikan ini bagian dari konsolidasi struktural di seluruh wilayah Jatim,” ujarnya 

Ket. Foto: ?Ketua DPC HKTI Jatim, Arum Sabil, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bersama pengurus 38 DPC kabupaten/kota yang baru dilantik. — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

Arum menjelaskan bahwa saat ini HKTI tengah mempersiapkan proses penyatuan dua kubu, yaitu HKTI di bawah pembinaan Prabowo Subianto dengan ketua sebelumnya Fadli Zon, dan HKTI yang dipimpin oleh mantan panglima TNI, Jendral TNI purnawirawan Moeldoko.

Menurut Arum, teknis penyatuan dan format struktur organisasi akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN). “HKTI Jawa Timur akan mengikuti arahan dari DPN di bawah kepemimpinan Pak Sudaryono,” ujarnya, merujuk ?Sudaryono yang kini dipercaya menjadi ketua umum hasil penyatuan dua kubu HKTI tersebut. 

“Setelah Munas terakhir, tongkat kepemimpinan dari Mas Fadli Zon telah diserahkan kepada Pak Sudaryono yang juga Wakil Menteri Pertanian,” terangnya.
?
Untuk ketahanan pangan, HKTI Jatim menegaskan peran strategisnya tak hanya di sektor pertanian, namun juga perkebunan dan peternakan. “Kami tidak hanya mendorong petani untuk menanam, tapi juga memberikan edukasi, advokasi, serta rekomendasi kebijakan,” katanya.
?
?Salah satu fokus utama HKTI Jatim adalah peningkatan bibit unggul, baik untuk tanaman pangan seperti padi dan tebu, maupun untuk peternakan seperti sapi. “Untuk peternakan, kami mendorong program regenerasi bibit unggul melalui inseminasi buatan dan sinkronisasi birahi. Ini penting untuk mengatasi persoalan klasik seperti inses di kalangan peternak,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam pelantikan pengurus DPC HKTI Kabupaten/Kota di Jatim ini tidak memberikan sambutan panjang, namun keberadaannya di tengah ribuan pengurus HKTI dianggap sebagai simbol dukungan dan perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok tani.

?Dalam sambutannya, Arum Sabil menekankan pentingnya kekompakan dan loyalitas dalam membangun kekuatan organisasi petani. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Khofifah yang menurutnya telah menjadi figur pemersatu sekaligus teladan bagi HKTI di Jawa Timur.

“Bunda Khofifah adalah simbol keteladanan, militansi, dan loyalitas. Mustahil kita bisa dirajut dan disatukan seperti ini tanpa adanya simbol pemersatu seperti beliau,” kata Arum. 

“Bersama Bunda Khofifah (Gubernur Jatim Khofifah), mari kita wujudkan petani Jawa Timur yang mandiri, tangguh, dan sejahtera,” tutupnya. 

Arum Sabil juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh keutuhan dukungan terhadap pemimpinnya. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus HKTI di daerah untuk meneladani Khofifah sebagai pemimpin yang, menurutnya, adil dan visioner.

Selain menyinggung pentingnya kekompakan internal, Arum juga mengangkat potensi strategis Jawa Timur dalam kancah pertanian nasional. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.