Ekonomi Jakarta Kuat Terutama Karena Faktor yang Satu Ini

Jumat, 25 Jul 2025, 02:39 WIB

JAKARTA -  Ekonomi Jakarta tahun 2025 tetap kuat di tengah kondisi perekonomian dan dinamika global maupun domestik yang tidak menentu. Mengapa demikian? Salah satunya karena didorong sektor investasi.

"Jakarta dengan pangsa perekonomian terbesar di Indonesia hampir 17 persen, pertumbuhan ekonominya masih kuat. Ini didorong sektor investasi yang menurut kami cukup ciamik," kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta, Rizal Moelyana dalam konferensi pers Jakarta Investment Festival (JIF) 2025 di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: dana investasi — Sumber: ist

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jakarta pada triwulan I tahun ini sekitar 4,8- 5,4 persen. Ini sedikit melambat dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2024 yakni 5,01 persen.

Iklim investasi Jakarta berada dalam kondisi baik. Hal itu ditunjukkan melalui capaian realisasi investasi pada triwulan I 2025 yang mencapai 69,8 triliun. Angka ini jelas merupakan yang tertinggi se-Indonesia.

Adapun kondisi investasi di Jakarta, sambung Rizal, dapat ditunjukkan melalui perhelatan Jakarta Investment Festival (JIF) 2025. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong dan memperkuat posisi Jakarta sebagai salah kota global yang berdaya saing.

"Jakarta Investment Festival 2025 merupakan suatu kegiatan strategis untuk memberikan informasi sekaligus juga meningkatkan pemahaman kepada stakeholder mengenai kondisi iklim investasi di Jakarta," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jakarta, Muhammad Herizkianto menambahkan, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jakarta pada triwulan I mencapai 42,24 triliun.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 1,72 miliar dolar AS atau setara 27,52 triliun. Dengan demikian, total realisasi kumulatif PMDN dan PMA Provinsi Jakarta pada triwulan I tahun sebesar 69,77 triliun.

Capaian ini menempatkan Jakarta pada peringkat pertama nasional dengan kontribusi sebesar 15 persen terhadap total realisasi nasional.

"Jadi yang sebelumnya itu sebesar 58,38 triliun di kuartal pertama di tahun lalu dan menjadi sekarang 69,77 triliun di kuartal pertama. Cukup signifikan kenaikannya," katanya.

Lalu siapa investor terbesar Jakarta? Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jakarta mencatat Singapura menjadi negara penyumbang untuk capaian Penanaman Modal Asing (PMA) Jakarta, yakni 50 persen dari total investasi yang masuk.

Biasanya Singapura memang yang paling besar kontribusinya, di FDI (Foreign Direct Investment/Penanaman Modal Asing Langsung) itu 50 persen, senilai 13,87 triliun dari total investasi asing yang masuk di Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.