• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gangguan Tidur Bisa Hambat...

Gangguan Tidur Bisa Hambat Pertumbuhan dan Kecerdasan Balita, Simak Penjelasan Dokter

Jumat, 09 Mei 2025, 14:36 WIB

JAKARTA – Tidur bagi balita bukan sekadar waktu istirahat, tapi fase kritis untuk pertumbuhan otak, fisik, dan perkembangan emosi mereka. 

Menurut American Academy of Pediatrics, antara 25–50% anak mengalami masalah tidur saat masa tumbuh kembang, yang dapat berdampak signifikan terhadap fungsi kognitif, perilaku, dan kesehatan fisik maupun mental.

Ket. Foto: — Sumber: IST

Mengapa Tidur Begitu Penting?

Menurut dr. Yuni Astria, SpA, dokter spesialis anak, tidur merupakan salah satu bagian fundamental dalam proses perkembangan otak dan sistem saraf anak.

“Selama fase deep sleep, tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) dalam jumlah besar, yang utamanya berperan untuk perkembangan tulang, otot, dan sejumlah organ yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Di saat yang sama, otak memproses dan menyimpan informasi, memperkuat daya ingat, serta membentuk kemampuan belajar dan regulasi emosi,” jelas dr. Yuni.

Penelitian juga menunjukkan, kurang tidur pada anak usia dini berkaitan dengan risiko lebih tinggi terhadap gangguan atensi, kecemasan, bahkan kejadian obesitas dan hipertensi di kemudian hari.

Ancaman Tersembunyi

Kualitas tidur anak seringkali terganggu karena terbangun di tengah malam akibat berbagai faktor yang kerap luput dari perhatian, seperti paparan gawai menjelang tidur, pencahayaan kamar yang terlalu terang, suhu ruangan yang tidak nyaman, hingga gangguan gigitan serangga seperti nyamuk.

“Meski terlihat sepele, gangguan kecil ini bisa mengganggu fase deep sleep, yang tentunya berdampak pada pada produksi hormon pertumbuhan dan konsolidasi memori yang terjadi saat tidur,” tambah dr. Yuni.

National Sleep Foundation, lembaga rujukan internasional di bidang tidur, juga menegaskan bahwa tidur yangterdisrupsi akibat gangguan eksternal dapat berkontribusi sebabkan masalah perilaku, kemampuan belajar, penurunan daya tahan tubuh hingga kualitas tidur anak. 

Strategi Ciptakan Tidur Nyenyak 

Untuk mendukung tidur berkualitas, dr. Yuni merekomendasikan beberapa langkah sederhana:

  • Mandi air hangat sebelum tidur untuk membantu relaksasi.
  • Makan terakhir diupayakan maksimal 1,5 jam sebelum waktu tidur
  • Hindari paparan gawai mulai dari 1 jam menjelangwaktu tidur
  • Upayakan jadwal masuk kamar untuk tidur konsisten setiap harinya
  • Menciptakan ritual malam, seperti membacakan cerita petualangan seru yang sarat nilai kebaikan dengan suara lembut.
  • Mengatur kamar tidur agar nyaman: cahaya redup cenderung gelap, sejuk, tenang, dan bebas potensi gangguan serangga.
  • Menggunakan perlindungan tambahan agar anak tidak terganggu gigitan nyamuk atau serangga lain saat tidur.

“Rutinitas tidur yang konsisten membantu ritme biologis anak beradaptasi, sehingga tubuh dan otak mereka lebih siap untuk beristirahat. Ini juga mengajarkan disiplin sejak dini,” tambahdr. Yuni.

Pondasi Tumbuh Kembang 

dr. Yuni menekankan bahwa tidur berkualitas perlu dipandang sama pentingnya dengan nutrisi dan stimulasi dini.

“Tanpa tidur yang cukup dan berkualitas, anak tidak hanya mengalami hambatan fisik, tetapi juga kesulitan mengontrol emosi, belajar, dan membangun hubungan sosial. Semua ini dapat berdampak jangka panjang pada kehidupan mereka,” tuturnya.

Mengabaikan detail kamar seperti cahaya kamar, paparan gawai, atau perlindungan dari gangguan serangga berarti mengabaikan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak.

Investasi Masa Depan 

Setiap malam yang tenang dan bebas gangguan adalah bentuk investasi nyata untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.