Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uji Coba Atletik Kenya Digelar di Bawah Bayang-Bayang Skandal Doping Chepngetich

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 08:50 WIB | Oleh:
Uji Coba Atletik Kenya Digelar di Bawah Bayang-Bayang Skandal Doping Chepngetich Doc: AFP
Ket. Pemegang rekor dunia maraton putri asal Kenya yang tersandung skandal doping, Ruth Chepngetich

NAIROBI, KENYA - Uji coba nasional Kenya untuk Kejuaraan Dunia Atletik digelar pada hari Selasa (22/7), di tengah kekhawatiran yang kembali mencuat terkait doping, menyusul skorsing sementara terhadap pemegang rekor dunia maraton putri, Ruth Chepngetich.

Atlet berusia 30 tahun itu dinyatakan positif menggunakan diuretik terlarang hydrochlorothiazide berdasarkan tes yang dilakukan pada tanggal 14 Maret, menurut keterangan dari Athletics Integrity Unit (AIU). Kasus ini mengancam menghancurkan karir gemilang Chepngetich, yang pernah merebut gelar juara dunia maraton 2019 di Doha dan mencetak rekor dunia maraton di Chicago pada bulan Oktober tahun lalu dengan catatan waktu 2 jam 09 menit 56 detik, menjadikannya wanita pertama yang menembus batas 2 jam 10 menit.

Kasus Chepngetich tak hanya mengguncang reputasinya, tetapi juga membayangi persiapan Kenya menuju Kejuaraan Dunia di Tokyo yang akan berlangsung pada tanggal 13–25 September mendatang.

Sejauh ini, sebagian besar tokoh olahraga Kenya memilih bungkam. “Kasus ini menambah kecurigaan bahwa doping masih menjadi masalah besar. Otoritas belum melakukan cukup untuk memberantasnya,” ujar seorang mantan juara dunia Kenya yang enggan disebutkan namanya kepada AFP.

Kenya sebelumnya telah berinvestasi besar untuk memulihkan citranya setelah serangkaian skandal doping menjelang Olimpiade Rio 2016 membuat negara itu sempat dinyatakan non-kompatibel oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Sejak 2017, hampir 130 atlet Kenya, sebagian besar pelari jarak jauh, telah dijatuhi sanksi karena pelanggaran doping. Pemerintah Kenya telah mengalokasikan dana sebesar25 juta dollar AS (setara sekitar 408 miliar rupiah) dalam program lima tahun untuk memerangi masalah tersebut.

Padabulan Juni 2024, Kenya menjatuhkan larangan seumur hidup pertamanya kepada pelari maraton Beatrice Toroitich, dan hukuman enam tahun kepada pemegang rekor 10km Rhonex Kipruto.

Pengacara olahraga Kenya, Sarah Ochwada, menyebut bahwa negaranya telah menunjukkan kemajuan. “Anti-doping adalah sistem kompleks yang melibatkan bio-kimia dan regulasi medis-hukum,” ujarnya. Ochwada, yang pernah membela sejumlah atlet seperti Rita Jeptoo, Ferdinand Omanyala, dan Mark Otieno, menambahkan bahwa peningkatan tes membuat sistem lebih efektif dalam mendeteksi pelanggaran, baik yang disengaja maupun tidak.

Ia menekankan pentingnya tanggung jawab individu atlet. “Atlet Kenya harus mengambil kendali atas masa depan mereka sendiri dan memastikan tidak melanggar aturan, bahkan secara tidak sengaja,” katanya.

Diuretik seperti hydrochlorothiazide dilarang karena dapat digunakan untuk menurunkan berat badan secara cepat atau menyamarkan penggunaan zat peningkat performa.

Meski dirundung polemik, Atletik Kenya tetap berharap dapat mengulang kejayaan seperti di Kejuaraan Dunia 2015 di Beijing, ketika mereka menjadi juara umum dengan koleksi tujuh emas, enam perak, dan tiga perunggu.

Salah satu bintang muda yang menjadi sorotan dalam uji coba kali ini adalah Phanuel Kipkosgei Koech, pelari 1.500 meter berusia 18 tahun yang akhir pekan lalu mengejutkan dunia dengan mengalahkan juara dunia asal Inggris, Josh Kerr, di ajang London Diamond League.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.