- Home
-
- Luar Negeri
-
- Seluas 30.000 Hektare Laha...
Seluas 30.000 Hektare Lahan Pertanian Korsel Rusak Diterjang Hujang Lebat
Rabu, 23 Jul 2025, 21:28 WIBMOSKOW - Hampir 30.000 hektare lahan pertanian rusak akibat hujan lebat yang terjadi baru-baru ini di Korea Selatan, menurut laporan kantor berita Yonhap pada Selasa (22/7).
Hujan deras selama sepekan menghancurkan lahan seluas kira-kira setara dengan 40 ribu lapangan sepak bola, menurut data dari Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan.
Provinsi Chungcheongnam-do mengalami kerusakan paling parah, dengan 16.710 hektare lahan pertanian terendam banjir - area terluas di antara semua wilayah.
Peternakan juga terkena dampak yang sangat besar, dengan sekitar 1,8 juta hewan, termasuk ayam, bebek, dan babi, mati akibat banjir.
Kementerian tersebut memperkirakan kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan dan kenaikan harga untuk sejumlah barang pertanian, dan mengatakan akan menerapkan sejumlah langkah untuk menstabilkan pasar dan memastikan pasokan produk-produk utama.
Hujan deras yang menyebabkan banjir terus berlanjut di Korea Selatan sejak 16 Juli. Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa 19 orang tewas, sembilan orang hilang, dan lebih dari 14 ribu orang telah dievakuasi akibat kondisi cuaca ekstrem.
Ada juga laporan kerusakan luas pada properti publik dan pribadi, jalanan yang terendam banjir, dan pemadaman listrik di beberapa tempat. Namun, hujan saat ini sudah mulai mereda. Ant/Sputnik-OANA???????
- wonpil
- korean won
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
ParagonCorp Bawa Kisah Petani Nilam Sulawesi ke Panggung Global di London
-
Tirta Bhagasasi Targetkan 1,2 Juta Warga Bekasi Terlayani Air Bersih di 2027
-
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Diprediksi Datar Seiring Pasar Cermati Sentimen Domestik-Global
-
Rekor Suhu Terpanas Ceko-Jerman Bikin Jalan Tol Retak
-
Jadwal Lengkap Pertandingan FIFA Series 2026 di Jakarta, Indonesia Lawan Siapa?
-
Anak Agung Gde Agung Bharata, Mantan Bupati Gianyar, Wafat dan Akan Diaben Sesuai Adat Hindu
-
Peringatan 20 Tahun Bencana Lumpur Lapindo, Warga dan Aktivis Gelar Doa serta Bawa Hasil Bumi sebagai Bentuk Keprihatinan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.