- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kecepatan Setara Pesawat, ...
Kecepatan Setara Pesawat, China Punya Kereta Maglev 600 km/jam
Selasa, 22 Jul 2025, 13:45 WIBChina kembali mencuri perhatian dunia transportasi dengan meluncurkan prototype kereta maglev berkecepatan 600 km/jam. Dengan kecepatan sekelas jet turbulensi rendah, kereta ini dipamerkan dalam pameran Modern Railways ke 17 di Beijing awal Juli lalu.
Desain Futuristik dan Teknologi Tinggi
Kereta ini dikembangkan oleh China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) dan menampilkan moncong ramping yang aerodinamis untuk meminimalkan hambatan udara. Menurut pihak CRRC Changchun, penggunaan magnet superkonduktor suhu tinggi memungkinkan kereta melayang (maglev) di atas rel, menghilangkan gesekan dan mengurangi kebisingan.
Sistemnya didukung teknologi canggih seperti 5G, AI untuk monitoring video dan sensor akustik, serta fitur otomatisasi penuh menggabungkan kecepatan pesawat dengan kenyamanan kereta api.
Perjalanan Lebih Cepat dan Nyaman
Saat ini, perjalanan rute BeijingâShanghai yang meliputi jarak sekitar 1.200 km membutuhkan waktu 5,5 jam dengan kereta cepat konvensional. Dengan maglev 600 km/jam, perjalanan itu dapat dipangkas menjadi hanya 2,5â3 jam dalam pengujian dan tahapan sertifikasi keselamatan selesai.
Di tahap uji awal, fase engineering prototype sudah rampung sejak Juli 2024, dan saat ini sedang berlangsung verifikasi teknis untuk komersialisasi.
Selain kecepatan, maglev ini juga menawarkan keunggulan ramah lingkungan, bebas emisi langsung, dan sistem levitasi yang minim gesekan dan kebisingan.
Melengkapi Jaringan Transportasi Nasional
China telah memiliki jalur kereta cepat terpanjang di dunia sekitar 48.000 km pada akhir 2024, dan menargetkan melewati 50.000 km pada tahun ini. Kereta maglev berkecepatan tinggi ini akan melengkapi armada tersebut dengan fungsi point to point antarkota besar seperti BeijingâShanghai, GuangzhouâShenzhen, atau ShenzhenâShanghai.
Menariknya, kereta semacam ini diharapkan mampu âmenjembatani kesenjangan kecepatan antara kereta cepat dan pesawat dalam jarak hingga 2.000 kmâ, sambil mempertahankan keakuratan jadwal dan keamanan ala kereta api.
Meski impresif, implementasi maglev bukan tanpa hambatan. Infrastruktur rel baru dan sistem superkonduktor memerlukan biaya besar. Selain itu, suka tidaknya tarif premiumnya menentukan apakah penumpang umum akan tertarik, terutama ketika sebagian besar pengguna saat ini belum menempuh rute ujung ke ujung.
Belum lagi tantangan spesifikasi keamanan ekstrem karena kecepatan 600 km/jam melampaui kecepatan lepas landas banyak pesawat, sehingga bahan dan sistemnya harus diuji ketat.
Dengan kecepatan setara pesawat dan kenyamanan kereta, maglev 600 km/jam ini menjadi tonggak baru transportasi darat. Jika sukses komersial, ia bisa meredefinisi cara kita bepergian antar kota besar melampaui batas antara darat dan udara.
Namun untuk mencapai titik tersebut, teknologi harus matang, infrastruktur siap, dan biaya masuk harus masuk akal. China sudah memulai fase uji sejak 2024, dan publik menantikan apakah mega-proyek ini benar-benar akan mengubah dunia transportasi dalam beberapa tahun ke depan.
Maglev 600 km/jam bukan lagi sekadar gagasan futuristik namun langkah nyata China ke era transportasi cepat, efisien, dan hijau. Kini, waktunya menunggu apakah mimpi teknologi ini bakal jadi kenyataan sebelum dekade ini usai.
- China
- Kereta Cepat
- Kereta Maglev
- Tercepat di Dunia
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Rusak Diterjang Angin Kencang
-
Komisi Reformasi: Masyarakat Ingin Polri Tak Terpengaruh Kepentingan Politik
-
Menkeu Buka-bukaan Soal Kemampuan APBN, Harga Minyak hingga Darurat Energi
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
-
Jadwal Pemesanan Penukaran Uang Program SERAMBI 2026 Diperpanjang BI, Cek Waktu dan Tanggalnya
-
Beroperasi 2030, Arab Saudi dan Qatar Bangun Kereta Cepat Hubungkan Dua Ibu Kota
-
Sistem Pertahanan Udara Patriot AS Kini Mampu Menembak Musuh yang Ada Di Belakangnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.