IHSG Lemas Diguyur Profit Taking, Investor Tak Mau Nunggu!
Selasa, 22 Jul 2025, 17:43 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, hari ini, mengakhiri catatan positif dalam beberapa hari terakhir.Â
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/7) sore, ditutup melemah 53,45 poin atau 0,72 persen ke posisi 7.344,74, seiring aksi profit taking (ambil untung) para investor di pasar modal Indonesia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,68 poin atau 0,85 persen ke posisi 782,13.
"Setelah mengalami reli selama beberapa hari, akhirnya IHSG ditutup melemah akibat profit taking," sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, beberapa saham yang telah menopang penguatan IHSG pada akhir-akhir ini, seperti saham-saham konglomerasi dan saham dengan berita individual dan kinerja yang bagus, mengalami tekanan jual akibat aksi merealisasikan keuntungan dari para investor.
Selain itu, koreksinya harga emas juga mendorong koreksi pada saham-saham komoditas terkait.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2025 tumbuh lebih tinggi, yakni 6,5 persen year on year (yoy) mencapai Rp9.597,7 triliun.
Dari kawasan Asia, bursa saham kawasan Asia ditutup variatif di tengah ketidakpastian politik di Jepang, serta menantikan perkembangan tarif impor Amerika Serikat (AS).
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,93 persen.
Sedangkan sembilan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 3,46 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun sebesar 1,03 persen dan 0,9 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu COCO, RELI, CDIA, DATA, dan JECC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni , MERI, BLOG, PSAT, dan MSIE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.030.959 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,80 miliar lembar saham senilai Rp19,78 triliun. Sebanyak 220 saham naik, 379 saham menurun, dan 200 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 75,11 poin atau 0,19 persen ke 39.744,11, indeks indeks Shanghai menguat 22,07 poin atau 0,62 persen ke 3.581,79, indeks indeks Hang Seng menguat 135,48 poin atau 0,54 persen ke 25.130,22, dan indeks Strait Times melemah 10,15 poin atau 0,24 persen ke 4.196,42.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.