ASGARD: Sistem Penargetan Digital Baru Inggris yang Tingkatkan Kecepatan Serangan Medan Perang

Senin, 21 Jul 2025, 16:40 WIB

JAKARTA – Angkatan Darat Inggris resmi memperkenalkan sistem penargetan digital mutakhir bernama ASGARD, yang dirancang untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan serangan dalam pertempuran. Sistem ini mengandalkan kecerdasan buatan dan jaringan komunikasi canggih untuk mengidentifikasi serta menghancurkan target secara efisien dari jarak jauh.

ASGARD telah menjalani uji coba selama latihan NATO di Estonia, dan dipandang sebagai lompatan besar dalam strategi digitalisasi dan daya tempur Angkatan Darat Inggris. Perubahan ini sejalan dengan visi yang tercantum dalam Tinjauan Pertahanan Strategis Inggris, yang menekankan pentingnya kecepatan, otomatisasi, dan kolaborasi antarsektor dalam sistem pertahanan modern.

Ket. Foto: — Sumber: UKDJ

Salah satu keunggulan utama ASGARD adalah kemampuannya dalam mempercepat proses pengambilan keputusan. Jika sebelumnya dibutuhkan waktu berjam-jam untuk menentukan target dan melakukan serangan, kini keputusan tersebut dapat diambil hanya dalam hitungan menit. Hal ini sangat meningkatkan tempo operasi di medan perang yang dinamis.

Menteri Pengadaan Pertahanan Inggris, Maria Eagle MP, menekankan bahwa pengembangan ASGARD terinspirasi dari pengalaman perang di Ukraina. "Kami belajar dari Ukraina agar personel garda terdepan kami dapat menyerang lebih jauh dan lebih cepat serta mempertahankan keunggulan atas musuh kami," ujarnya. Ia juga menyebut ASGARD sebagai wujud nyata dari visi pertahanan strategis dengan kemampuan kelas dunia.

Senada dengan itu, Jenderal Sir Roly Walker, Kepala Staf Umum Angkatan Darat, menyatakan bahwa ASGARD merupakan "terobosan besar" dalam transformasi militer Inggris. “ASGARD membantu menggandakan daya mematikan kami dan secara eksponensial mengurangi waktu untuk melihat, memutuskan, dan menyerang,” katanya. Ia menyebut sistem ini membawa Inggris semakin dekat dengan kemampuan jaringan penargetan cepat yang digunakan Ukraina untuk menghadapi Rusia.

Rencana jangka panjang Angkatan Darat adalah menciptakan “Jaringan Penargetan Digital” di seluruh Angkatan Bersenjata Inggris pada tahun 2027. Proyek ambisius ini mendapat dukungan dana lebih dari £1 miliar, dengan ASGARD sebagai tulang punggung program tersebut. Pengembangannya melibatkan kerja sama erat antara pemerintah dan sektor industri, termasuk perusahaan kecil dan menengah dalam negeri.

ASGARD pertama kali diumumkan oleh Menteri Pertahanan pada Oktober 2024. Hanya dalam waktu empat bulan setelah kontrak diterbitkan pada Januari 2025, prototipe pertamanya telah diluncurkan. Sistem ini kemudian diuji dalam Latihan Hedgehog NATO dan berhasil menunjukkan keandalannya dalam simulasi perang nyata.

Selain aspek teknologinya, peluncuran ASGARD merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk memperkuat integrasi AI dan otonomi dalam pertahanan nasional Inggris. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (MOD) juga mengonfirmasi pendanaan tambahan guna mempercepat pengembangan fase berikutnya, dengan fokus pada kontribusi ASGARD dalam mendukung operasi NATO dan menjaga kedaulatan Inggris.

Dengan peluncuran ASGARD, Inggris memperkuat posisinya dalam arena militer digital global dan menandai babak baru dalam strategi perangnya yang kini semakin mengandalkan kecanggihan teknologi, kecepatan respon, dan efisiensi pengambilan keputusan di lapangan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.