Asap Karhutla Riau Disebut Sudah Lintasi Batas Negara dan Capai Malaysia
Minggu, 20 Jul 2025, 16:10 WIBJAKARTA â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah melintasi perbatasan dan mencapai wilayah Malaysia. Pergerakan asap tersebut diketahui menuju arah timur laut dan telah terdeteksi sampai ke Teluk Kemang, Malaysia.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bibin S, pada Sabtu (tanggal tidak disebutkan), menyampaikan bahwa pergerakan asap terekam melalui citra sebaran asap dan telah menyeberangi batas negara.
âBerdasarkan peta sebaran asap, terlihat bahwa asap bergerak menuju Malaysia, meskipun kami belum bisa memastikan secara rinci wilayah mana saja di Malaysia yang terdampak,â ujar Bibin.
Data visual yang dirilis BMKG memperlihatkan bahwa asap menyebar dari sejumlah titik panas yang tersebar di berbagai daerah di Riau. Titik-titik tersebut diduga menjadi sumber utama dari kepulan asap yang kini menjangkau lintas negara.
Pola angin dominan yang bertiup dari arah tenggaraâselatan menuju barat lautâtimur laut di wilayah Sumatra dan sekitarnya menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan asap keluar dari wilayah Riau. Wilayah utara Riau dan perairan di sekitarnya menjadi daerah yang terdampak secara langsung oleh penyebaran asap.
BMKG mencatat sebanyak 259 titik panas terdeteksi di Provinsi Riau hanya dalam satu hari pada Sabtu. Jumlah tertinggi ditemukan di Kabupaten Rokan Hulu dengan 107 titik panas, disusul oleh Rokan Hilir sebanyak 95 titik.
Selain itu, titik panas juga ditemukan di sejumlah wilayah lain, yaitu Bengkalis (5 titik), Kampar (10 titik), Pelalawan (7 titik), Kuantan Singingi (2 titik), Indragiri Hulu (1 titik), Siak (15 titik), dan Kota Dumai (17 titik). Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di berbagai penjuru provinsi tersebut.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa kebakaran yang terjadi di Riau sudah dalam skala yang mengkhawatirkan karena dampaknya tidak hanya dirasakan secara lokal tetapi juga mulai mengganggu kualitas udara di negara tetangga. BMKG terus memantau pergerakan asap dan menyampaikan pembaruan kepada masyarakat dan otoritas terkait.
Peristiwa serupa pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya ketika kabut asap dari Indonesia memicu keluhan diplomatik dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, kekhawatiran kembali muncul seiring meningkatnya jumlah titik panas dan luasnya wilayah terdampak asap.
Dalam menghadapi situasi tersebut, pemerintah daerah dan pusat diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan kebakaran yang masih berlangsung. Pengawasan dan penindakan terhadap pembakaran lahan secara ilegal menjadi kunci utama untuk menekan kejadian serupa di masa mendatang.
Pihak BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan terbuka, terutama di tengah cuaca kering dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Langkah-langkah mitigasi dan kolaborasi lintas instansi dibutuhkan guna mengurangi dampak buruk dari bencana kabut asap yang berulang setiap tahun.
- Karhutla
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- Riau
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Tak Sekadar Hijau, DEN: Transisi Energi Jadi Kunci Kemandirian Nasional
-
Rancangan Pergub tentang Pengendalian Karhutla Lewat Kearifan Lokal
-
Jumlah Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 15 Orang, 76 Luka-luka
-
Strategi Hyper-Personalization Bawa Indosat Tumbuh Kuat pada Awal 2026
-
Google Kerja Sama AI dengan Pentagon, Ratusan Karyawan Menentang
-
BMKG Prakirakan Seluruh DKI Jakarta Berawan pada Selasa Siang hingga Sore
-
Jakarta Terus Menekan Ketimpangan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.