Bengkayang Terapkan Sistem Tenaga Pramuwisata Harus Andal Lewat Pelatihan

Jumat, 18 Jul 2025, 11:23 WIB

BENGKAYANG - Dinas Koperasi UKM Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, menggelar pelatihan pramuwisata untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata.

"Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja pariwisata di Bengkayang," ujar Kepala Dinas Koperasi UKM Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bengkayang Markus Dalon di Bengkayang, Kamis.

Ket. Foto: Destinasi wisata — Sumber: ist

Ia mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam upaya Pemkab Bengkayang untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama ekonomi daerah dan penyiapan kompetensi tenaga kerja sehingga siap memasuki dunia kerja. "Pelatihan pramuwisata merupakan langkah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata daerah, sekaligus peningkatan kapasitas dan daya saing sumber daya manusia lokal," ujarnya.

Sebagaimana visi Kabupaten Bengkayang 2025–2029 "Bengkayang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan," maka pengembangan SDM kepariwisataan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan memperkenalkan identitas daerah ke dunia luar.

"Kabupaten Bengkayang dianugerahi kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, mulai dari pantai, bukit, air terjun, hingga keberagaman budaya. Namun, potensi ini tidak akan memberikan dampak ekonomi yang maksimal tanpa didukung oleh SDM yang profesional dan berkompeten, khususnya di bidang pelayanan wisata," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk peningkatan kapasitas agar mampu menjadi pramuwisata yang unggul, ramah, dan berwawasan luas. Pelatihan ini merupakan sebuah kolaborasi sektor pariwisata, tenaga kerja dan kewirausahaan.

"Ketiga sektor ini memiliki keterkaitan strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan produktif," ujarnya. Dia berharap pelatihan ini mampu menjadi wirausahawan sektor pariwisata, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas daerah. Selain itu, Markus berharap peserta mampu menguasai keterampilan. Materi menyangkut pengetahuan umum dan lokal wisata (tour guide knowledge).

Kemudian, teknik pemanduan dan pelayanan prima bahasa asing dasar (inggris/wisatawan regional). Selanjutnya, etika kepariwisataan dan pemahaman budaya lokal kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat serta mitigasi bencana wisata.

"Saya yakin bahwa pelatihan akan menjadi awal yang baik dalam mencetak pramuwisata lokal yang berkualitas, sehingga pariwisata Bengkayang akan semakin maju dan mendunia," ujarnya.

Tradisi dan Budaya Lokal

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR Siti Mukaromah menekankan pentingnya menjadikan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari promosi wisata yang relevan dalam era digital saat ini. Ditemui di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, legislator yang akrab disapa Erma itu mencontohkan kesuksesan tradisi Pacu Jalur di Riau. Dia telah dikenal luas, bahkan sampai mancanegara, karena kekuatan promosi digital yang viral.

"Pacu Jalur itu awalnya tradisi lokal, lalu dibalut dengan kreativitas musik dan teknologi digital, akhirnya bisa mendunia. Nah, semangat seperti itu yang kita harapkan bisa ditiru daerah-daerah lain," katanya

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.