Trump Klaim Coca-Cola Bakal Gunakan Gula Tebu Asli di Produk AS

Kamis, 17 Jul 2025, 17:20 WIB

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Coca-Cola telah menyetujui penggunaan gula tebu asli dalam produk minuman cola yang dijual di dalam negeri. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Rabu waktu setempat.

Trump menyatakan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan dengan pihak Coca-Cola mengenai penggunaan gula tebu asli di produk mereka untuk pasar Amerika Serikat. Ia mengklaim perusahaan tersebut telah sepakat untuk mengganti pemanis buatan yang selama ini digunakan.

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

“Saya telah berbicara dengan Coca-Cola tentang penggunaan Gula Tebu ASLI dalam Coke di Amerika Serikat, dan mereka telah setuju untuk melakukannya,” tulis Trump di Truth Social.

Selama ini, Coca-Cola di pasar domestik Amerika diketahui menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi sebagai pemanis utama dalam produknya. Kandungan tersebut sering kali menjadi sorotan dan menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan pejabat pemerintah.

Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. merupakan salah satu tokoh yang vokal mengkritik penggunaan pemanis buatan tersebut karena dinilai berdampak buruk bagi kesehatan. Kritik ini tampaknya menjadi salah satu alasan kuat di balik dorongan perubahan komposisi produk Coca-Cola oleh pemerintah.

Di negara lain seperti Meksiko, Inggris, dan Australia, Coca-Cola diketahui tetap menggunakan gula tebu sebagai bahan pemanis utama. Praktik ini dianggap memberikan rasa yang lebih baik sekaligus dinilai lebih ramah terhadap kesehatan konsumen.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang berwenang di Coca-Cola. Ini akan menjadi langkah yang sangat baik dari mereka — Anda akan lihat nanti. Ini jauh lebih baik!” kata Trump dalam unggahan selanjutnya di media sosialnya.

Meski demikian, hingga kini Coca-Cola belum secara resmi mengonfirmasi adanya perubahan komposisi bahan pemanis dalam produknya di Amerika Serikat. Namun, perusahaan menyampaikan bahwa mereka mengapresiasi antusiasme Presiden AS terhadap merek Coca-Cola.

Dalam pernyataan resminya, pihak Coca-Cola menyebut bahwa informasi lebih lanjut mengenai inovasi produk mereka akan diumumkan dalam waktu dekat. Hal ini memberikan sinyal bahwa kemungkinan perubahan tersebut sedang dalam tahap pertimbangan atau pengembangan.

Keputusan untuk menggunakan gula tebu asli di pasar Amerika diperkirakan akan membawa perubahan besar dalam citra dan strategi pemasaran Coca-Cola. Selain itu, perubahan ini juga bisa berdampak pada sektor pertanian, khususnya petani tebu domestik yang akan diuntungkan jika permintaan meningkat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari tren global perusahaan makanan dan minuman yang mulai mengurangi penggunaan bahan-bahan buatan dan beralih ke komposisi alami. Perubahan tersebut ditujukan untuk menjawab kekhawatiran konsumen yang semakin sadar akan dampak kesehatan dari kandungan dalam produk makanan dan minuman.

Hingga saat ini, publik masih menanti kepastian dari pihak Coca-Cola terkait rencana perubahan ini. Jika benar diterapkan, maka keputusan ini akan menjadi salah satu langkah besar dalam industri minuman ringan di Amerika Serikat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.