Lawan Filipina Jadi Ujian Sesungguhnya Garuda Muda

Kamis, 17 Jul 2025, 07:16 WIB

JAKARTA – Kemenangan telak 8-0 atas Brunei Darussalam di laga pembuka Piala Asean (AFF) U-23 2025 tentu membawa angin segar bagi Tim Indonesia. Namun, euforia tersebut harus segera diredam. Tantangan sesungguhnya akan datang pada hari Jumat (18/7) ketika Garuda Muda berhadapan dengan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Pelatih Gerald Vanenburg, meski puas dengan hasil besar tersebut, menegaskan bahwa tim asuhannya tidak boleh lengah. “Kami senang dengan kemenangan ini, tapi Filipina adalah lawan yang berbeda kelas. Mereka lebih terorganisasi dan punya kualitas individu yang baik,” ujar Vanenburg dalam jumpa pers usai laga.

Ket. Foto: Pemain Timnas U23 Indonesia Jens Raven melewati hadangan pemain Brunei Darussalam Mohammad Nazry Aiman Bin Azman saat pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (15/7). — Sumber: ANTARA/Aditya Pradana Putra/mrh

Meski mencetak tujuh gol di babak pertama melalui aksi gemilang Jens Raven yang mencetak lima gol, performa Tim U-23 Indonesia sempat mengalami penurunan di babak kedua. Hanya satu gol tambahan yang berhasil dicetak, menunjukkan bahwa intensitas serangan belum sepenuhnya konsisten.

“Kami bermain bagus di babak pertama, tapi di babak kedua ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal final pass dan ketajaman di lini depan,” sambung Vanenburg. Pengamat sepak bola Aji Kusuma mengatakan Garuda Muda perlu waspada terhadap permainan Filipina yang cenderung defensif namun mematikan dalam serangan balik.

“Filipina bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Mereka sudah mengalahkan Malaysia.Artinya mereka punya modal percaya diri,” ujar Aji. Striker Jens Raven menjadi sorotan utama setelah mencetak enam gol melawan Brunei. Namun, pertanyaan besar muncul: apakah Vanenburg akan tetap mengandalkannya sebagai starter melawan Filipina, atau justru menyimpannya untuk laga melawan Malaysia.

“Raven dalam kondisi prima, tapi kami punya banyak pemain berkualitas di bangku cadangan. Semua keputusan akan kami pertimbangkan matang-matang,” ujar Vanenburg. Dengan sistem turnamen yang hanya mengizinkan tiga juara grup dan satu runner-up terbaik melaju ke semifinal, hasil melawan Filipina menjadi penentu.

Kemenangan akan membuka peluang besar untuk lolos sebagai juara grup. Sebaliknya, kekalahan bisa membuat langkah Tim U-23 Indonesia semakin berliku. “Kami tidak boleh terbuai dengan kemenangan besar atas Brunei. Filipina adalah ujian sesungguhnya. Poin penuh di dua laga sisa adalah target kami,” tegas kapten tim, Muhammad Ferrari.

Vanenburg diperkirakan akan mempertahankan skema 4-3-3 dengan Raven sebagai ujung tombak. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya rotasi pemain untuk mengantisipasi kelelahan. Filipina, di sisi lain, diperkirakan akan bermain lebih defensif dengan mengandalkan serangan balik cepat.

Mata-mata

Pelatih Filipina U-23 Garrath James McPherson mengaku sudah menempatkan analis sebagai ‘mata-mata’ untuk menyaksikan pertandingan Indonesia kontra Brunei Darussalam. “Kami punya analis yang luar biasa dan sudah berpengalaman bekerja dengan sejumlah tim nasional,” jelas McPherson. Dia ada di atas (tribun), menonton (pertandingan Indonesia vs Brunei).

“Kami tahu Indonesia kuat di lini depan, tapi kami punya strategi untuk menetralisirnya,” sambungnya. ben/G-1

  • Piala Asean 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.