Guru PAUD Menjadi Kunci Peletak Dasar Karakter

Kamis, 17 Jul 2025, 01:04 WIB

TANGERANG – Para guru PAUD menjadi peletak dasar karakter setiap anak didik. “Peran Bunda PAUD merupakan bagian penting dalam pembangunan dan pembentukan karakter maupun kualitas generasi masa depan,” tandas Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Rabu (16/7).

"Para Bunda PAUD yang dilantik diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi antara rumah, sekolah, dan lingkungan dalam menciptakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas," kata Wali kota Sachrudin. Dia menyatakan ini dalam pelantikan Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan Kelompok Kerja Bunda PAUD di Tangerang, Rabu.

Ket. Foto: Suasana kelas PAUD — Sumber: ist

Menurutnya, pelantikan ini bukan sebatas formalitas, tetapi menjadi titik awal gerakan bersama membangun Tangerang sebagai kota yang kreatif, partisipatif, dan berdaya saing. Kekuatan komunitas sebagai pondasinya.

Lewat penguatan peran Dekranasda dan Bunda PAUD, Pemkot mendorong lahirnya inisiatif lokal yang berdampak nyata. Semangat kolaborasi ini yang akan membawa Kota Tangerang menjadi kota, bukan hanya maju, tapi juga membanggakan.

“Kita ingin semua anak Kota Tangerang tumbuh dalam lingkungan belajar yang sehat, aman, dan penuh kasih. Di sinilah peran Bunda PAUD jadi sangat penting,” jelas wali kota.

Sedangkan Wakil Wali Kota Maryono menambahkan Dekranasda dan Bunda PAUD merupakan dua kekuatan strategis yang menjadi penggerak pembangunan daerah dari sisi ekonomi kreatif dan pendidikan anak usia dini. “Kunci kemajuan daerah adalah kolaborasi. Kita ingin membangun ekosistem yang mendukung tumbuhnya ide-ide kreatif dari masyarakat, dimulai dari lingkungan paling dasar keluarga dan komunitas,” ujarnya.

Dalam kepengurusan baru Dekranasda, Masturoh Sachrudin dilantik sebagai ketua. Dia didampingi Rini Rizqiyyah sebagai Wakil Ketua I dan Yayat Sugiarti Herman Wakil Ketua II.

Pengurus ini akan menjadi penggerak dalam membina pelaku industri kerajinan lokal agar mampu naik kelas, dari usaha rumahan menjadi produk unggulan yang siap bersaing di tingkat nasional hingga global. “Produk lokal adalah aset daerah. Dengan pembinaan yang tepat, kerajinan Kota Tangerang bisa jadi identitas yang mendunia,” katanya.

Putus Rantai

Sementara itu, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan, diharapkan mampu memutuskan rantai kemiskinan Jakarta melalui pendidikan gratis dan berkualitas. "Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan," kata Kepala SRMA 10 Jakarta Selatan, Ratu Mulyanengsih.

Ratu mengatakan, tujuan Sekolah Rakyat, memberikan pendidikan yang setara untuk anak-anak kurang mampu demi mendapatkan pendidikan berkualitas dan masa depan yang lebih baik. Pemerintah ingin memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk sukses.

"Pemerintah percaya bahwa anak pemulung tidak harus menjadi pemulung. Mereka harus bisa menjadi orang sukses," ujarnya. Karena itu, upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan guru-guru berkualitas, fasilitas yang memadai, serta lingkungan belajar yang mendukung.

Kemudian, sistem pendidikan yang diterapkan Sekolah Rakyat multi entry-multi exit. Ini adalah sistem kurikulum yang memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.

Kemampuan seni, olahraga, atau lainnya akan dikembangkan. Tapi akademik tetap nomor satu. “Semua anak harus punya mimpi besar," katanya. Sekolah Rakyat diharapkan benar-benar menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem. Ini juga membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi masa depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.