Digendong Teknologi, IHSG Lompat Tinggi, Euforia atau Bubble Baru?
Kamis, 17 Jul 2025, 19:23 WIBJAKARTA â Pasar saham di dalam negeri menghijau usai pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan menurunkan tarif impor dari Indonesia menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen. Bahkan, penguatan pasar di dalam negeri mengekor pergerakan positif bursa di tingkat kawasan Asia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,08 persen atau 8,41 poin ke posisi 787,71 pada perdagangan, Kamis (17/7). Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global serta lonjakan saham sektor teknologi.
"Sektor technology (+7,22 persen) paling kuatnya naiknya, sementara di posisi terendah berada di sektor property & real estate (-0,25 persen)," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, yang dikutip di Jakarta, Kamis (17/7).
Sepanjang perdagangan, sebanyak 355 saham menguat, 234 saham melemah, dan 217 stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,29 triliun dan volume perdagangan 24,37 miliar saham.
Sektor teknologi memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 7,22 persen.
Sebaliknya, sektor properti dan real estat menjadi satu-satunya yang melemah, turun tipis 0,25 persen.
Saham-saham big cap seperti Telkom Indonesia (TLKM) turut mengangkat IHSG setelah menguat 4,53 persen ke level Rp2.770, serta Barito Pacific (BRPT) yang melonjak 8,46 persen ke Rp2.180.
Saham lainnya yang mendominasi penguatan LQ45 adalah Indosat (ISAT), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan Alfamart (AMRT).
Adapun saham-saham yang menjadi pemberat indeks antara lain Vale Indonesia (INCO) yang turun 2,29 persen ke Rp3.420, Semen Indonesia (SMGR) minus 3,57 persen ke Rp2.700, dan Map Aktif Adiperkasa (MAPA) yang terkoreksi 2,84 persen ke Rp685.
Di samping itu, bursa saham Asia mayoritas menguat setelah Presiden AS Donald Trump membantah kabar pemberhentian Ketua The Fed Jerome Powell dan mengumumkan rencana tarif baru bagi lebih dari 150 negara kecil.
Para investor juga mencermati lonjakan ekspor Jepang ke Uni Eropa, ASEAN, dan Rusia yang menutupi penurunan ke AS dan Tiongkok, serta menanti keputusan suku bunga acuan dari Bank Sentral Tiongkok (PBOC) akhir pekan ini.
Indeks Nikkei 225 naik 0,60 persen, Shanghai Composite menguat 0,37 persen, dan Straits Times Singapura melonjak 0,69 persen ke 4.160,58. Sementara Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,08 persen.
Bursa Eropa juga dibuka di zona hijau. Indeks DAX Jerman menguat 0,94 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris naik 0,41 persen. Bursa AS turut mencatat penguatan dengan S&P 500 naik 0,32 persen, Dow Jones 0,53 persen, dan NASDAQ Composite 0,25 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Plt Bupati Ahmad Baharudin Ungkap Penyebab Serapan APBD Tulungagung 2026 Rendah
-
Wartawan Italia Klaim Alami Kekerasan saat Kapal Bantuan Menuju Gaza Dicegat Israel.
-
Pemkab Bekasi Wajibkan Bank Sampah di Setiap RW, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah
-
Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Kerjasama Mendukung Percepatan Digitalisasi sektor pariwisata di Destinasi Unggulan Indonesia
-
Laporan Safe-Agent: Perusahaan Belum Siap Hadapi Risiko AI Otonom
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.