Trump Incar Pemecatan Powell, Renovasi Gedung Fed Jadi Dalih Baru

Rabu, 16 Jul 2025, 18:15 WIB

JAKARTA - Presiden Donald Trump kembali menghidupkan ambisinya untuk menyingkirkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, kali ini dengan menuduh Powell salah mengelola proyek renovasi dua gedung utama bank sentral AS yang menelan biaya hingga $2,5 miliar. Tuduhan ini menambah panjang konflik Trump dengan bank sentral yang selama ini menolak tekanan politik untuk memangkas suku bunga.

Dalam pernyataan pada Selasa (waktu setempat), Trump menyebut renovasi gedung The Fed sebagai “memalukan” dan mengklaim bahwa proyek tersebut bisa menjadi dasar hukum untuk memecat Powell. “Saya rasa begitulah adanya,” kata Trump saat ditanya apakah pemborosan proyek itu bisa menjadi alasan pemecatan.

Ket. Foto: — Sumber: Fortune

Renovasi gedung pusat The Fed, Marriner S. Eccles, yang dibangun sejak era 1930-an, memang sudah lama direncanakan dan bertujuan memperbarui sistem usang seperti listrik, perpipaan, HVAC, serta menghilangkan material berbahaya seperti asbes dan timbal. The Fed juga berencana memindahkan sekitar 3.000 staf ke dalam kompleks yang telah direnovasi agar dapat mengurangi biaya sewa gedung di luar.

Namun, kenaikan harga material dan tenaga kerja selama puncak inflasi 2021–2022, serta temuan tambahan asbes, membuat biaya proyek melonjak dari perkiraan awal. Fed bahkan membatalkan renovasi gedung ketiga untuk menghemat anggaran.

Tuduhan bahwa renovasi mencakup “taman teras atap, lift VIP, ruang makan pribadi, dan marmer mewah” dilayangkan oleh penasihat anggaran Trump, Russ Vought, dalam surat resmi ke Powell. Namun Powell membantah keras. “Tidak ada lift VIP, tidak ada ruang makan mewah, tidak ada marmer baru,” tegasnya dalam sidang Komite Perbankan Senat bulan lalu.

Sebagian dari elemen desain mewah tersebut memang pernah tercantum dalam rencana awal tahun 2021, tetapi telah dihapus setelah dievaluasi. Fed mengklaim perubahan rencana tidak melanggar otoritas perencanaan lokal, karena mereka “secara sukarela mematuhi” Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional.

Trump telah lama mengecam Powell karena menolak menurunkan suku bunga demi meredam beban utang pemerintah, meski langkah itu berisiko memicu inflasi. Powell, sebagai ketua lembaga independen, memiliki mandat untuk menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan lapangan kerja, bukan menuruti tekanan politik.

Menurut undang-undang, Presiden AS tidak bisa memecat Ketua The Fed hanya karena perbedaan kebijakan. Namun, Trump bisa mencoba melakukannya “dengan alasan tertentu,” seperti kelalaian atau penyalahgunaan jabatan. Namun, Mahkamah Agung baru-baru ini memberi sinyal bahwa pemecatan Powell tanpa dasar yang kuat bisa melanggar hukum.

Upaya untuk memecat Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026 dipandang para ekonom sebagai ancaman besar terhadap stabilitas ekonomi dan pasar keuangan AS. Ketidakpastian politik dan keraguan terhadap independensi bank sentral bisa mendorong investor menaikkan premi risiko, meningkatkan suku bunga, dan memicu pelemahan pasar saham.

Trump menilai pemotongan suku bunga bisa menurunkan biaya pinjaman pemerintah, tetapi Powell berargumen bahwa langkah prematur justru berpotensi memperparah inflasi dan meningkatkan beban utang jangka panjang.

Meski renovasi gedung mungkin terdengar seperti isu teknis, Trump tampaknya menggunakan proyek tersebut sebagai alat politik untuk mendongkel Powell. Namun, langkah itu menghadapi rintangan hukum dan risiko sistemik besar.

Sementara itu, Powell tetap bertahan dan telah meminta inspektur jenderal independen untuk mengaudit proyek renovasi, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Drama antara Gedung Putih dan The Fed pun tampaknya akan terus bergulir, dengan implikasi serius bagi arah kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi AS.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.