Timnas Menanti Undian Putaran Keempat

Rabu, 16 Jul 2025, 07:12 WIB

JAKARTA — Timnas Indonesia bersiap menempuh jalur terakhir menuju Piala Dunia 2026. Drawing putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan digelar Kamis (17/7) di markas AFC, Kuala Lumpur. Dalam undian tersebut, Indonesia menempati Pot 3 bersama Oman.

AFC menetapkan pembagian pot berdasarkan peringkat FIFA edisi khusus Asia per 13 Juni 2025. Peringkat ini meski tidak dipublikasikan FIFA secara terbuka, digunakan secara resmi dalam pengundian. Berdasarkan ranking terakhir yang muncul di situs FIFA pada tanggal 10 Juli, Indonesia berada di posisi 118 dunia. Indonesia tertinggal cukup jauh dari calon lawan lain.

Ket. Foto: Pemain Indonesia saat sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup C antara Indonesia dan Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (4/7). — Sumber: Yasuyoshi CHIBA/AFP

Pot 1 diihuni Qatar (peringkat FIFA 53) dan Arab Saudi (58). Pot 2 terdiri dari Irak (59) dan Uni Emirat Arab (66). Kemudian, Pot 3 diisi Oman (79) dan Indonesia (118). Hanya Indonesia yang berada di bawah ranking 100.

Enam tim ini akan dibagi ke dalam dua grup dalam sistem round-robin satu putaran. Seluruhnya berlangsung di lokasi terpusat: Qatar dan Arab Saudi. Turnamen akan digelar pada tanggal 8–14 Oktober. Hanya juara grup yang langsung lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Sedangkan runner-up harus kembali berjibaku di putaran kelima. Tim juru kunci dari tiap grup otomatis gugur.

Khusus dua tuan rumah: Qatar dan Arab Saudi, AFC memastikan mereka tidak akan tergabung dalam grup yang sama. Keputusan ini memberi keuntungan tersendiri. Sebab kedua negara menjadi tim unggulan dan bermain di kandang sendiri.

Siapa Lawan?

Lalu kira-kira siapa lawan Indonesia. Bagi Indonesia, lawan yang mungkin dihadapi adalah salah satu dari Qatar (Pot 1), Irak atau UEA (Pot 2). Skuad Garuda tidak mungkin bertemu Arab Saudi, yang sudah satu grup di ronde ketiga, maupun Oman, yang satu pot.

“Jika dilihat dari sisi pengalaman dan peringkat, Indonesia menjadi tim dengan ekspektasi paling rendah. Tapi hal itu bisa menjadi kekuatan. Tekanan justru ada di tim-tim besar,” ujar analis sepak bola Asia, Ryuichi Ogawa.

Indonesia bukan satu-satunya tim yang belum pernah tampil di Piala Dunia. Oman juga belum pernah mencicipi panggung terbesar sepak bola dunia. Sementara itu, Qatar, Irak, UEA, dan Arab Saudi pernah mencatat sejarah, meski sebagian besar hanya satu kali.

Dari sisi sejarah dan mentalitas, Arab Saudi memang paling siap. Mereka sudah enam kali tampil di Piala Dunia dan kini mendapat keuntungan jadi tuan rumah. Tapi Indonesia sedang mengalami perkembangan signifikan. “Jangan lupakan mereka berhasil bertahan dari grup neraka di ronde sebelumnya,” ujar Hafez Marzouk, pengamat dari Dubai Sports Network.

Sampai saat ini, Asia telah memastikan enam wakil untuk Piala Dunia 2026: Jepang, Australia, Korea Selatan, Yordania, Iran, dan Uzbekistan. Dua slot otomatis tersisa akan diperebutkan oleh peserta ronde keempat. Mereka berasal dari tim-tim peringkat 3 dan 4 dari ronde ketiga: Qatar dan UEA (Grup A), Irak dan Oman (Grup B), Arab Saudi dan Indonesia (Grup C).

Berbeda dari sistem kandang-tandang yang digunakan di ronde sebelumnya, putaran keempat ini memakai format home tournament. Semua pertandingan akan digelar di dua negara tuan rumah. Sayang peserta lain tak dapat dukungan sehebat dua tuan rumah. Inilah bentuk politik olahraga. AFC tidak netral karena tidak ada alasan menetapkan home tournament, selain demi meloloskan Arab dan Qatar.

“Indonesia perlu mengandalkan kerja kolektif dan disiplin tinggi. Mereka tak boleh terpancing bermain terbuka melawan tim-tim yang secara teknik lebih matang. Kalau bisa mencuri satu kemenangan dan hasil imbang, kans lolos tetap terbuka,” ujar Ogawa. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.