Rehabilitasi Irigasi: Janji Air untuk Sawah yang Terlupakan!
Rabu, 16 Jul 2025, 22:50 WIBJAKARTA â Ketersediaan air yang cukup dan teratur merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pertanian. Air digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyiraman tanaman, menjaga kelembaban tanah, dan mengatur suhu tanah.
Distribusi air yang baik dapat meningkatkan hasil panen, mencegah kekeringan, dan membantu petani mencapai kesejahteraan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan rehabilitasi irigasi Pengga memperkuat distribusi air bagi petani di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
âRehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan bagian dari transformasi sistem irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Kita tidak sekadar memperbaiki, tetapi juga memperkuat sistem distribusi air agar lebih efisien dan merata,â ujar Dody di Jakarta, Rabu (16/7).
Dia menekankan pentingnya optimalisasi saluran irigasi secara berkelanjutan untuk memperkuat distribusi air yang lebih efisien dan merata. Rehabilitasi jaringan irigasi Pengga penting dilakukan untuk intensifikasi pertanian.
Daerah Irigasi (DI) Pengga memiliki luas layanan baku mencapai 3.589 hektare dengan luas fungsional 3.050 hektare, yang sangat strategis dalam mendukung program prioritas nasional swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Rehabilitasi ini juga merupakan upaya peremajaan jaringan irigasi yang telah beroperasi sejak tahun 1995.
Dody menyatakan kesiapan dirinya untuk membantu petani melalui rehabilitasi jaringan irigasi Pengga, termasuk memfasilitasi usulan petani seperti perbaikan talud, embung, jalan irigasi, dan gorong-gorong untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) serta produksi pertanian hingga tiga kali panen per tahun dengan pola tanam padi-padi-palawija.
âTugas kita adalah membuat petani semakin sejahtera, sebagaimana visi dan misi Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan petani,â ujarnya.
Jaringan irigasi Pengga mengalirkan debit air sebesar 4,38 m³/detik dan dikelola oleh 30 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang mencakup 3.332 petani. Indeks pertanaman awal sebesar 300 persen dengan pola tanam padi sepanjang tahun.
Rehabilitasi DI Pengga dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara 1 Mataram selama 260 hari kalender, dimulai 16 April dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.
Pekerjaan konstruksi dilakukan oleh kontraktor PT Rafa Unggul Sejahtera Langgeng dengan nilai kontrak Rp42,2 miliar. Saat ini, progres fisik telah mencapai 7,20 persen, sedangkan progres keuangan sebesar 20 persen.
Rehabilitasi DI Pengga mencakup dua kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni Kabupaten Lombok Tengah (saluran primer sepanjang 4,6 km di Kecamatan Praya Barat Daya) serta Kabupaten Lombok Barat (saluran sekunder sepanjang 3,2 km di Kecamatan Kuripan dan Gerung). Kegiatan rehabilitasi meliputi perbaikan saluran dengan beton pracetak, rehabilitasi satu bangunan bagi di saluran primer, empat bangunan di saluran sekunder, dan penggantian sepuluh pintu air.
Dengan rehabilitasi jaringan irigasi Pengga, diharapkan Indeks Pertanaman sebesar 300 persen dapat dipertahankan dengan pola tanam 100 persen padi, 100 persen padi, serta kombinasi 25 persen padiâ75 persen palawija, sehingga meningkatkan produksi padi sebesar empat hingga enam ton per hektare.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kekeringan Ekstrem Sebentar Lagi, Kementan–PU Perkuat Pengelolaan Air untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman
-
Gubernur Pramono Tekankan Jakarta Rumah Bersama, Toleransi Jadi Modal Menuju Kota Global
-
PM Takaichi Pertimbangkan Gelar Pemilu Dini
-
Sensus Ekonomi 2026 Disorot, DPR Minta Data Valid dan Transparan
-
NETZME Gelar Nusantara Modest Fashion Festival 2026 di 9 Kota Besar
-
Kementan dan Kementerian PU Percepat Pembangunan Irigasi untuk Antisipasi Kekeringan
-
Normalisasi Irigasi di Indramayu Ditargetkan Selesai dalam Tiga Bulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.