Danantara Masuk Sektor Strategis, Siapa Diuntungkan? Siapa Tersingkir?
Rabu, 16 Jul 2025, 22:55 WIBJAKARTA â Sektor mineral dan energi sangat penting bagi Indonesia karena berperan vital dalam perekonomian, pembangunan infrastruktur, dan penyediaan energi untuk berbagai sektor.
Sektor ini menyumbang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyediakan lapangan kerja, dan menjadi sumber devisa negara melalui ekspor.
Selain itu, mineral dan energi menjadi kunci dalam mendukung transisi energi menuju energi bersih dan berkelanjutan, serta pengembangan industri hilir.
Managing Director Investment Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Stefanus Ade Hadiwidjaja menyampaikan bahwa Danantara akan fokus di sektor mineral dan energi selama enam bulan ke depan.
âMineral dan energi kemungkinan akan menjadi sektor yang akan kami eksekusi kesepakatannya untuk enam bulan ke depan,â ucap Stefanus dalam Pertamina Investor Day di Jakarta, Rabu (16/7).
Sektor mineral mencakup program-program hilirisasi yang bertujuan untuk menghasilkan nilai tambah terhadap hasil sumber daya alam Indonesia. Mineral yang diutamakan adalah nikel, aluminium, bauksit, dan tembaga.
Lebih lanjut, terkait dengan sektor energi, Stefanus menjelaskan bahwa sektor tersebut meliputi energi baru dan energi terbarukan, minyak dan gas bumi, hingga petrokimia.
âUntuk sektor kedua ini (energi), penting bagi kami untuk berkolaborasi dengan Pertamina,â ucap dia.
Selain kedua sektor tersebut, Stefanus menyampaikan Danantara telah meninjau sektor lainnya yang akan menjadi fokus sovereign wealth fund tersebut untuk dua hingga tiga tahun ke depan.
Sektor-sektor lainnya meliputi infrastruktur digital, utamanya data center; kemudian sektor kesehatan untuk menjaga ketangguhan industri kesehatan dalam negeri, yang mencakup fasilitas pengolahan plasma darah, jaringan rumah sakit dan lain-lain.
âKemudian untuk jasa finansial, kemungkinan dalam 12 bulan ke depan kami akan fokus pada gagasan sekuritisasi untuk memperluas kapasitas perbankan dan layanan keuangan di Indonesia,â ucap Stefanus.
Danantara juga menyoroti sektor-sektor lainnya seperti infrastruktur, utilitas, properti, serta pangan dan pertanian.
Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menawarkan 19 proyek senilai 9,25 miliar dolar AS atau setara Rp150 triliun kepada calon investor dan mitranya.
âAkan ada kesempatan untuk berinteraksi dengan subholding Pertamina dan menjajaki kerja sama bisnis dalam 19 proyek senilai 9,25 miliar dolar AS,â ucap Simon dalam Pertamina Investor Day.
Terdapat dua pilar yang menjadi fokus jangka panjang Pertamina. Pilar pertama adalah memaksimalkan bisnis yang berorientasi pada penguatan ketahanan energi nasional, termasuk sektor hulu, kilang, dan distribusi bahan bakar.
Pilar kedua adalah mengembangkan bisnis yang rendah karbon melalui pengembangan biofuel, perluasan energi panas bumi, uji coba teknologi baru, dan peningkatan produk kimia.
- Danantara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Karhutla Belum Reda, Tanggap Darurat Asap Diperpanjang
-
Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
-
Bogor Siapkan Bansos untuk Penyaluran Oktober-Desember 2026
-
Jackie Chan Masih Hidup! Kabar Hoaks tentang Kematiannya Viral di Media Sosial
-
Bae Jun-ho Antar Korea Selatan ke Final Sepak Bola Putra Asian Games Usai Taklukkan Tiongkok 2-1
-
Kementerian PKP Dorong Percepatan KUR Perumahan, Target Plafon Naik Jadi Rp50 Triliun
-
Sulsel Dorong Toraja Utara Jadi Sentra Kopi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.