Aston Villa Ubah Strategi Transfer: Gagal Gaet Bek Sevilla, Fokus ke Talenta Muda

Rabu, 16 Jul 2025, 08:37 WIB

BIRMINGHAM, INGGRIS — Aston Villa tampaknya harus menjalani musim panas yang penuh kehati-hatian di bursa transfer. Presiden operasional sepak bola Villa, Monchi, mengisyaratkan perubahan arah strategi setelah klub gagal merekrut bek Sevilla, Loïc Badé, dan tengah menghadapi tekanan finansial yang signifikan.

Musim lalu, Villa mencapai perempat final Liga Champions dan nyaris mengamankan tiket kembali ke kompetisi elite Eropa. Namun, kekalahan kontroversial dari Manchester United di pekan terakhir Premier League 2024-25 membuat mereka harus puas tampil di Liga Europa musim depan.

Ket. Foto: Presiden operasional sepak bola klub Aston Villa, Monchi — Sumber: AFP

Situasi finansial menjadi sorotan utama. Villa harus tunduk pada regulasi Profit and Sustainability Premier League dan menerima denda sebesar 9,5 juta pound (sekitar 197 miliar rupiah) dari UEFA karena melanggar aturan keuangan kompetisi Eropa.

Langkah kontroversial pun diambil dengan menjual tim wanita mereka demi menyeimbangkan neraca keuangan. Meski demikian, Villa tetap berada di bawah pengawasan selama tiga tahun ke depan dan tak bisa bergerak bebas di bursa transfer seperti musim-musim sebelumnya.

Dalam wawancara dengan Cadena Ser pada program El Larguero, Monchi mengonfirmasi bahwa Villa tidak akan melanjutkan upaya merekrut Loïc Badé dari Sevilla. Bek tengah asal Prancis itu memiliki nilai pasar sekitar 30 juta pound (setara 622 miliar rupiah), angka yang saat ini dianggap terlalu tinggi bagi Villa.

“Kami tidak sedang mencari tipe pemain seperti itu. Kami sempat mencoba mendatangkannya di bursa musim dingin, tetapi sekarang kami tidak berada pada level pemain semahal itu,” ungkap Monchi secara gamblang.

Situasi ini membuat Villa beralih fokus ke perekrutan pemain muda berpotensi. Hingga pertengahan Juli, Villa baru merekrut dua pemain berusia 19 tahun: bek asal Turki, Yasin Özcan, dan penyerang Zepiqueno Redmond. Satu-satunya pemain yang dilepas adalah Kaine Kesler-Hayden, produk akademi klub.

Villa juga gagal mengubah status peminjaman dua nama besar, Marco Asensio dan Marcus Rashford, menjadi kontrak permanen, memperjelas bahwa klub tidak memiliki ruang manuver untuk belanja besar.

Dengan tenggat pembukuan tahunan yang telah lewat padatanggal 30 Juni tanpa penjualan besar, tekanan finansial belum benar-benar mereda. Villa mungkin harus melepas salah satu bintangnya seperti Emiliano Martínez atau Leon Bailey,dua nama yang kerap dikaitkan dengan klub lain,untuk membuka ruang bagi penguatan skuad.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian bagi fans. Meski tidak akan terjadi eksodus massal di Villa Park, transformasi skuad di bawah Unai Emery kemungkinan besar baru akan berjalan jika ada dana segar dari penjualan pemain utama.

Dengan target mempertahankan posisi di papan atas Premier League dan tampil kompetitif di Liga Europa, Villa kini berada di persimpangan jalan antara ambisi olahraga dan pembatasan finansial. Satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini akan penuh kalkulasi dan kesabaran.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.