Anda Pengguna Motor Matik? Hindari Kebiasaan Geber Gas saat Berhenti
Rabu, 16 Jul 2025, 22:03 WIBJAKARTA - Pengendara motor matik atau skutik sering kali tergoda untuk âgeberâ gas, terutama saat motor masih statis di tengah kemacetan. Kebiasaan ini kerap dianggap sepele oleh banyak pengendara.
Namun, tindakan tersebut berisiko tinggi merusak komponen mesin dan CVT. Jika terus dilakukan, kerusakan fatal pun bisa terjadi dan berdampak pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Dampak negatif sering geber motor matik
1. Kerusakan pada mesin
Menurut Endro Sutarno dari SiTEPAT, menggeber gas motor matic saat kondisi statis (misalnya di standar tengah atau macet) membuat mesin bekerja tanpa beban. Akibatnya, piston bisa menghantam klep, klep bisa bengkok, bahkan connecting rod berisiko patah. Dalam kasus ekstrem, mesin bisa turun total.
2. Komponen CVT (Transmisi otomatis) terdampak
Menggeber gas sembari menahan rem (misalnya di lampu merah atau macet) membuat komponen CVT seperti V?belt, roller, pulley, kampas kopling, dan rumah kopling bekerja ekstra dan panas secara berulang. Akibatnya:
⢠V?belt cepat retak atau putus karena tarik?ulur terus-menerus.
⢠Roller dan pulley mengalami aus lebih cepat, menyebabkan getaran dan suara berisik.
⢠Kampas kopling dan rumahnya bisa cepat habis, menimbulkan bunyi decitan dan akselerasi tersendat.
3. Gejala awal yang sering muncul
Pengendara sering mulai menyadari ketidakwajaran saat:
⢠Muncul suara kasar atau ângerokâ dari dalam CVT
⢠Akselerasi terasa tidak halus, seperti ada jeda atau tertahan pada putaran menengah.
⢠Timbul getaran kuat saat berjalan karena komponen aus.
⢠Terasa motor ângemposâ dan kehilangan tenaga saat digas.
Tips merawat motor matic agar awet
1. Hindari menggeber saat motor statis
Diam-diam menggeber saat posisi di tempat tidak memberikan beban pada CVT dan mesin faktor utama kerusakan dini.
2. Panaskan mesin dulu sebelum digunakan
Idntimes dan Oke Jambi menyarankan tunggu 1â2 menit agar oli melumasi seluruh komponen mesin sebelum gas ditarik penuh.
3. Jangan buka gas sambil tarik rem
Hindayat memperingatkan agar gas dan rem tak dioperasikan bersamaan karena akan membuat V-belt âtarik-ulurâ berlebihan.
4. Lakukan servis CVT dan ganti sabuk sesuai anjuran
Servis rutin dan pembersihan debu dalam CVT krusial. Ganti V-belt dan roller tiap 15.000â20.000 km agar performa tetap optimal.
Menggeber motor matic bukan sekadar mitos, kebiasaan tersebut membawa dampak serius. Mesin bisa bermasalah, CVT rusak, bahkan biaya perbaikan berisiko membengkak jika terus dilakukan.
Namun, dengan menghindari geber dalam keadaan statis, memanaskan mesin sebelum jalan, serta rutin servis dan menggunakan oli yang tepat, performa motor dapat terjaga maksimal dan komponen tetap awet. Ant
- Geber Gas Motor
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.