Tersisa 600 Meter, Pemprov DKI Jakarta Kebut Tanggul Kali Grogol Segmen Kemanggisan

Kamis, 02 Jul 2026, 14:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penyelesaian pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan penataan kawasan. Infrastruktur tersebut dibangun untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengantisipasi luapan air dan longsor saat musim hujan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan sisa pembangunan sepanjang sekitar 600 meter akan segera diselesaikan. Anggaran untuk melanjutkan pekerjaan tersebut telah dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026 sehingga proyek ditargetkan rampung sesuai rencana.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penyelesaian pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan penataan kawasan. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi, jalan yang seperti ini. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan," ujar Pramono saat meninjau proyek tersebut, Rabu (2/7).

Penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan meliputi pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di sisi kanan dan kiri sungai. Proyek tersebut juga mencakup pemasangan dinding penahan banjir atau parapet beton mulai dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga kawasan Jalan Tol Merak–Jakarta.

Selain memperkuat tanggul, Pemprov DKI Jakarta membangun jalan inspeksi yang berfungsi sebagai akses bagi petugas untuk melakukan pemantauan kondisi sungai, mengangkut sedimen dan sampah, serta menangani penyumbatan maupun kerusakan infrastruktur. Jalan tersebut juga dilengkapi trotoar guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Pemerintah turut membangun saluran gendong yang berada sejajar dengan aliran Kali Grogol. Saluran ini berfungsi menampung limpasan air dari kawasan permukiman sehingga tidak langsung membebani tebing sungai dan membantu mengurangi potensi banjir.

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta juga melakukan normalisasi sungai dengan mempertahankan luas penampang Kali Grogol serta mengoptimalkan kapasitas tampung air. Langkah tersebut bertujuan memperlancar aliran sungai, memperkuat struktur tebing, serta meminimalkan risiko longsor maupun luapan air ketika curah hujan tinggi.

Pramono mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, dan jajaran pemerintah wilayah yang berhasil menata kawasan Kemanggisan. Menurutnya, lokasi tersebut sebelumnya dikenal sebagai kawasan kumuh yang kerap menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

"Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani," jelas Pramono.

Ia mengingatkan kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir besar hingga merendam atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan pengelolaan dan pemeliharaan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pramono juga menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat, Sekretaris Kota, camat, dan lurah setempat untuk menjaga jalan inspeksi dari keberadaan bangunan liar. Menurutnya, akses tersebut harus tetap terbuka agar petugas dapat melakukan pemantauan, pembersihan, dan perawatan Kali Grogol secara optimal.

"Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Libur Panjang HUT Ke-81 RI, Wisatawan Padati Kawah Sikidang Dieng

Pascagempa NTT, PLN: 429 Gardu Listrik Sudah Pulih dan Kembali Beroperasi

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Kemkomdigi Pantau Pemulihan Layanan Seluler

Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai "Wilayah" AS

Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Bencana Gempa M7,7 di NTT, Pastikan Penanganan Maksimal

TNI-Polri dan Pemprov DKI Gelar Aksi Bersih Sungai dan Bantaran di 11 Lokasi

Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Mulai Hari Ini

Semarak HUT ke-81 RI, SariWangi Hadirkan Pesta Rakyat dan Lomba Gapura di Berbagai Daerah

Gempa dengan Magnitudo 7,7 Picu 111 Gempa Susulan! Ini Imbauan Terbaru BMKG

Masa Depan 'X-Men': Marvel Ungkap Deretan Bintang Para Mutan Profesor Xavier

Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik

Kekeringan Melanda Natuna, Polres Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga dan Sekolah.

Jembatan Garuda di Tanah Laut Resmi Dimanfaatkan, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas.

Kampanye “Berani Bicara Berat” Tegaskan Obesitas Sebagai Penyakit Kronis

HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Pastikan Upacara di Gedung Sate Sekaligus Buka Hasil Revitalisasi.

Sikap Siap Hormat! Prajurit Marinir Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara Telkomsel 74 Meter.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ajak Warga Rawat Perdamaian dengan Semangat Persaudaraan.

KSOP Ternate Minta Warga Laporkan Petugas yang Terlibat Pungli Pembayaran Bagasi.

Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.