Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim

Kamis, 02 Jul 2026, 14:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Pariwisata mengembangkan 15 provinsi potensial sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang berkualitas.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa ke-15 provinsi itu dinilai berpotensi dikembangkan menjadi tujuan wisata ramah Muslim berdasarkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), yang disusun mengacu pada Global Muslim Travel Index (GMTI).

Ket. Foto: Arsip foto - Penari liong menghibur wisatawan yang mengunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2025). — Sumber: ANTARA

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7), ia menyampaikan provinsi yang dinilai potensial menjadi destinasi wisata ramah Muslim antara lain Aceh, Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Barat, dan Bengkulu.

Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga dinilai berpotensi dikembangkan menjadi daerah wisata ramah Muslim.

Guna mendorong pengembangan provinsi-provinsi tersebut sebagai destinasi wisata ramah Muslim, Kementerian Pariwisata memasukkan acara dan kegiatan yang bisa menarik wisatawan Muslim ke wilayah provinsi sasaran ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

Penyelenggaraan acara seperti Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, Muslim Life Fest, Balangan Islamic Festival, Pawai Takbir Batam, dan Batam Wonderfood & Art Ramadhan diharapkan bisa menarik kedatangan wisatawan Muslim.

Selain itu, laman khusus Muslim Friendly Travel dihadirkan di Indonesia.travel untuk memudahkan wisatawan Muslim memperoleh informasi mengenai destinasi, kalender acara, tempat ibadah, dan paket wisata ramah Muslim.

Menteri Pariwisata mengatakan bahwa pemerintah juga mendukung diversifikasi produk wisata ramah Muslim untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi wisatawan Muslim dunia.

"Produk wisata ramah Muslim Indonesia juga terus didiversifikasi, mulai dari wisata religi, kuliner halal, hingga wellnessberbasis nilai spiritual," katanya.

Kementerian Pariwisata memperkuat kapasitas pelaku usaha, menjalankan program pendampingan bisnis, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi penyedia paket wisata ramah Muslim.

Widiyanti mengemukakan bahwa Indonesia masih punya peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang sedang menghadapi dinamika geopolitik kawasan.

Arab Saudi diperkirakan masih berpotensi menjadi kontributor kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia karena konektivitas penerbangan dari negara itu masih terjaga.

Namun, Kementerian Pariwisata memantau perkembangan situasi di Timur Tengah guna menyesuaikan strategi promosi pariwisata yang menyasar wisatawan di kawasan tersebut.

Selain berupaya menarik wisatawan dari negara dengan banyak penduduk Muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, dan Uzbekistan, Kementerian Pariwisata menyasar negara-negara di luar OKI yang memiliki banyak peminat wisata ramah Muslim.

Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China, Australia, dan Selandia Baru termasuk negara yang dianggap sebagai pasar wisata ramah Muslim potensial.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.