Korut akan Kirim 30 Ribu Tentara ke Russia

Selasa, 15 Jul 2025, 00:30 WIB

SEOUL - Otoritas Intelijen Ukraina menganalisis bahwa Korea Utara (Korut) akan mengirim 30 ribu tentara tambahan ke Russia dalam beberapa bulan mendatang, dan tentara Korut itu akan mengikuti latihan militer gabungan bersama Russia dan Belarusia.

Harian Inggris The Times yang mengutip dokumen Direktorat Intelijen Militer Ukraina (HUR) melaporkan pada Senin (14/7) bahwa kemampuan militer tradisional dan nuklir Korut sangat baik ketika pengiriman militer ke Russia.

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un, bertemu dengan sejumlah tentara yang ikut serta dalam latihan militer di sebuah pangkalan rahasia pada awal April lalu. Pihak intelijen Ukraina melaporkan bahwa Korut akan mengirim 30 ribu tentara tambahan ke Russia. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Menurut dokumen tersebut, 9.500 orang tentara khusus Korut dikirim ke wilayah Kursk, dan setidaknya 4 ribu orang meninggal atau terluka. Pasukan Korut cepat belajar cara menyembunyikan diri dari drone, memanfaatkan drone, dan lainnya.

“Pasukan tambahan Korut tersebut akan mengikuti latihan militer gabungan antara Russia dan Belarusia, Zapad 2025, yang digelar pada September mendatang,” ungkap The Times. 

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Korut akan mengirimkan 1,5 juta unit amunisi dalam tiga bulan berdasarkan dukungan dana dari Russia. Selain itu, dukungan teknologi dari Russia ke Korut bisa meningkatkan akurasi misil balistik jarak pendek KN-23.

Laporan HUR menekankan bahwa kerja sama antara Korut dan Russia memberikan peluang kepada Pyongyang untuk memodernisasi militer Korut secara meluas seperti peningkatan pengalaman pasukan, pengembangan kemampuan misil dan nuklir, penyediaan sistem produksi senjata tercanggih, dan lainnya.

Laporan itu pun mengkritik bahwa hal tersebut turut meningkatkan ancaman terhadap Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

“Penggunaan kekuatan militer Korut semakin membesar di masa depan karena AS, negara alinasi AS di Eropa dan Asia, tidak mengambil langkah keras terhadap pengiriman pasukan Korut ke Russia,” tulis The Times.

Pasok Peluru

Sementara itu kantor berita Yonhap yang mengutip pernyataan intelijen militer Korsel pada Minggu (13/7) melaporkan  bahwa Korut telah secara konsisten memasok Russia dengan lebih dari 12 juta peluru artileri kaliber 152mm untuk mendukung Moskwa dalam perangnya melawan Ukraina.

Laporan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) yang dibagikan kepada seorang anggota parlemen dari partai oposisi utama mengatakan bahwa Korut diperkirakan telah mengirim sekitar 28.000 kontainer berisi senjata dan peluru artileri.

“Jika dihitung dengan peluru 152mm, (jumlah peluru yang dipasok) diperkirakan telah melebihi 12 juta,” kata DIA, yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Korsel.

Pada akhir Juni lalu, badan intelijen Korsel mengklaim bahwa Korut kemungkinan akan mengirim lebih banyak pasukan ke Russia dalam dua bulan ke depan.

Korut mengerahkan ribuan tentara untuk membantu Russia dalam perang di Ukraina setelah penandatanganan perjanjian kemitraan strategis antara pemimpin Korut, Kim Jong-un, dan Presiden Russia, Vladimir Putin, di Pyongyang pada Juni 2024.

Kepala Keamanan Russia, Sergei Shoigu, mengatakan bahwa Korut akan mengirim 6.000 personel ke Russia.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.000 insinyur tempur dan 5.000 personel pembangunan militer untuk membantu pembersihan ranjau dan upaya rekonstruksi di wilayah Kursk yang berbatasan dengan Ukraina.

Sebelumnya pada April, badan intelijen Korsel mengklaim bahwa Korut kemungkinan telah mengalami sekitar 4.700 korban saat bertempur bersama pasukan Russia dalam perang Ukraina, dengan 600 kematian yang telah dikonfirmasi. KBS/Ant/Yonhap/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.