Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Healy Ukir Sejarah, Kenakan Jersey Kuning Pertama untuk Irlandia Sejak 1987, Yates Menangi Etape 10 Tour de France

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 08:43 WIB | Oleh:
Healy Ukir Sejarah, Kenakan Jersey Kuning Pertama untuk Irlandia Sejak 1987, Yates Menangi Etape 10 Tour de France Doc: AFP
Ket. Pembalap sepeda asal Irlandia Ben Healy merebut yellow jersey (kaus kuning) pimpinan klasemen umum Tour de France 2025.

MONT-DORE – Ben Healy tampil luar biasa di etape ke-10 Tour de France 2024 dan berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pembalap Irlandia pertama dalam hampir empat dekade yang mengenakan maillot jaune, atau jersey kuning pemimpin klasemen umum. Di saat yang sama, Simon Yates (Britania Raya) mencuri kemenangan etape melalui serangan tunggal brilian di tanjakan terakhir, Senin (14/7) waktu setempat.

Meski hanya finis ketiga di etape sepanjang 165,3 km dari Ennezat menuju Le Lioran, Healy mencatat pencapaian yang jauh lebih bersejarah. Ia kini memimpin klasemen keseluruhan, unggul 29 detik atas juara bertahan Tadej Pogacar (UAE Team Emirates), yang tampak sengaja menahan diri di tanjakan penutup menjelang hari istirahat pertama.

“Sangat berat. Rasanya seperti bertarung melawan diri sendiri. Tapi saya tahu rekan-rekan saya, Harry (Sweeny) dan Alex (Baudin), sudah bekerja luar biasa hari ini. Saya ingin membayar itu,” ujar Healy, yang juga memenangi etape keenam pekan lalu.

“Saya sudah punya satu kemenangan etape, dan kesempatan mengenakan kuning sangat jarang. Jadi saya ambil risiko dan habis-habisan.”

Sementara itu, Simon Yates tampil penuh perhitungan. Ia menjadi yang terkuat dari kelompok breakaway dengan meluncurkan serangan tunggal di tanjakan terakhir. Pembalap Visma–Lease a Bike itu menyelesaikan etape di depan Thymen Arensman (Belanda) yang finis kedua, dan Healy di posisi ketiga.

Kemenangan Yates menimbulkan tanda tanya strategi di tim Visma, mengingat tugas utamanya adalah mendukung Jonas Vingegaard dalam perburuan gelar.

“Awalnya saya diminta ikut breakaway sebagai cadangan bila Jonas menyerang dari belakang. Tapi jarak antar kelompok terlalu besar," jelas Yates. "Saya tidak menyangka bisa menang lagi di Tour. Tapi kami tetap datang ke sini untuk Jonas."

Meski tak menyerang penuh, Pogacar sempat mempercepat laju di kilometer terakhir untuk menguji respons Vingegaard, yang masih menjadi rival utamanya. Namun Vingegaard tetap menempel ketat dan menjaga jarak 1 menit 17 detik di klasemen. Remco Evenepoel (Belgia) berada di posisi ketiga, terpaut satu menit lebih dari Healy, setelah kehilangan enam detik di akhir etape.

Di garis finis, kamera menyorot Healy yang tersenyum menyaksikan Pogacar di layar raksasa, pertanda jelas bahwa pemuda 23 tahun itu akan mencatatkan sejarah sebagai pemimpin klasemen dari Irlandia pertama sejak Stephen Roche menjuarai Tour pada tahum 1987.

Setelah hari istirahat pada hari Selasa dan etape datar di Toulouse pada Rabu, Tour de France akan memasuki wilayah Pegunungan Pyrenees yang dipastikan menjadi medan tempur sengit para kandidat juara umum. Persaingan tiga besar, Healy, Pogacar, dan Vingegaard, akan semakin panas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.