Badan Aviasi India Perintahkan Pemeriksaan Sistem Penguncian BBM Pesawat

Selasa, 15 Jul 2025, 20:29 WIB

NEW DELHI - Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (Directorate General of Civil Aviation/DGCA), badan pengawas penerbangan sipil India, pada Senin (14/7) meminta maskapai-maskapai penerbangan untuk memeriksa sistem penguncian tombol bahan bakar di pesawat Boeing mereka.

DGCA mengatakan bahwa maskapai penerbangan harus menyelesaikan pemeriksaan dan mengonfirmasi kepatuhan paling lambat Senin (21/7) mendatang sesuai dengan Buletin Informasi Kelaikan Udara Khusus (Special Airworthiness Information Bulletins/SAIB) yang dikeluarkan oleh Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: Armada pesawat Air India. Directorate General of Civil Aviation (DGCA), badan pengawas penerbangan sipil India, pada Senin (14/7) meminta maskapai-maskapai penerbangan untuk memeriksa sistem penguncian tombol bahan bahan bakar di pesawat. — Sumber: AFP

SAIB tersebut berkaitan dengan kemungkinan pelepasan fitur penguncian tombol kontrol bahan bakar. Langkah itu diambil beberapa hari setelah Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (Aircraft Accident Investigation Bureau/AAIB), di dalam laporan awal mengenai kecelakaan pesawat B787-8 bulan lalu di Negara Bagian Gujarat, India barat, menemukan bahwa aliran bahan bakar ke mesin pesawat terputus karena kebingungan mengenai pergerakan tombol mesin di kokpit di antara para pilot.

"DGCA mengeluarkan modifikasi wajib untuk pesawat/mesin/komponen yang terdaftar di India berdasarkan Petunjuk Kelaikan Udara yang dikeluarkan oleh Negara Asal Desain/Manufaktur. Telah diketahui oleh DGCA bahwa beberapa operator, baik internasional maupun domestik, telah memulai inspeksi terhadap armada pesawat mereka sesuai dengan SAIB NM-18-33 tertanggal 17 Desember 2018," kata regulator penerbangan tersebut.

Tombol kontrol bahan bakar mengatur aliran bahan bakar ke mesin pesawat. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Air India, Air India Express, Akasa Air, dan SpiceJet merupakan beberapa maskapai penerbangan domestik yang mengoperasikan pesawat Boeing 787 dan 737.

Laporan setebal 15 halaman dari AAIB diterbitkan sebulan setelah kecelakaan mematikan tersebut. Dokumen itu memberikan laporan resmi pertama mengenai momen-momen terakhir dari kecelakaan penerbangan terburuk di India dalam beberapa dekade terakhir itu, serta mengemukakan pertanyaan-pertanyaan baru mengenai penyebab kegagalan mesin ganda yang terjadi secara serentak.

Laporan itu tidak menunjukkan adanya masalah signifikan pada pesawat atau mesinnya. Laporan tersebut juga tidak merekomendasikan tindakan apa pun terhadap produsen atau operator pesawat B787-8 pada tahap investigasi saat ini.

Pada Senin yang sama, CEO sekaligus Direktur Pelaksana Air India Campbell Wilson mengatakan bahwa laporan AAIB tidak menemukan adanya masalah mekanis atau perawatan pada pesawat atau mesin, dan semua tugas perawatan wajib telah diselesaikan.

Selain itu, sebuah asosiasi pilot komersial di India menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam investigasi atas tragedi tersebut. Dalam sebuah reaksi keras terhadap laporan awal AAIB itu, Presiden Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan India (ALPA-India) Sam Thomas mengatakan mereka menginginkan transparansi terkait investigasi itu.

"Kami merasa investigasi ini digerakkan ke arah yang mengasumsikan bahwa para pilot bersalah, dan kami sangat keberatan dengan alur pemikiran tersebut," demikian pernyataan ALPA-India.

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India yang sedang menuju London jatuh pada 12 Juni tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, sekitar 17 kilometer di sebelah selatan Gandhinagar, ibu kota Gujarat, India barat. Hanya satu dari 242 orang di dalam pesawat itu yang berhasil selamat. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.