Tiongkok akan Mata-matai Latihan Militer Australia-AS

Senin, 14 Jul 2025, 02:30 WIB

SYDNEY – Pemerintah Australia pada Minggu (13/7) mengatakan bahwa pihaknya menduga Tiongkok akan memata-matai latihan militer akbar yang digelar bersama Amerika Serikat (AS) dan negara sekutu lainnya.

Selain itu Canberra memperbarui tuduhan yang dikecam Beijing sebagai sebuah narasi palsu yang menyatakan bahwa Tiongkok ingin membangun pangkalan militer di kawasan Pasifik Selatan.

Ket. Foto: Pat Conroy — Sumber: Australia Government Defence

Pernyataan seorang menteri pemerintah itu mengemuka saat Perdana Menteri Anthony Albanese melakukan kunjungan enam hari ke Tiongkok untuk memperkuat hubungan perdagangan yang baru saja diperbaiki.

Mulai 13 Juli ada lebih dari 30.000 personel militer dari 19 negara akan bergabung dalam latihan tahunan Talisman Sabre di seluruh Australia dan Papua New Guinea.

“Militer Tiongkok telah mengamati latihan-latihan ini sejak 2017 dan akan sangat tidak lazim jika mereka tidak melakukannya kali ini,” kata Pat Conroy, Menteri Industri Pertahanan dan Urusan Kepulauan Pasifik Australia.

Ia mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Australia ABC bahwa pemerintah akan mengamati aktivitas militer Tiongkok dan memantau kehadirannya di sekitar Australia.

“Orang-orang mengamati latihan ini untuk mengumpulkan informasi intelijen seputar prosedur, spektrum elektronik, dan penggunaan komunikasi, dan kami akan menyesuaikannya agar dapat mengelola kebocoran tersebut,” ucap Conroy.

Kawasan Pasifik Selatan yang penting secara strategis, berada di pusat perebutan pengaruh diplomatik yang mempertemukan Tiongkok dengan para pesaingnya dari Barat.

"Kita melihat, dalam portofolio saya di Pasifik, Tiongkok berusaha mengamankan pangkalan militer di kawasan tersebut," kata Conroy yang sebelumnya telah membuat penilaian serupa. “Kami bekerja sangat keras untuk menjadi mitra keamanan utama pilihan bagi kawasan ini, karena kami rasa itu bukan hal yang optimal bagi Australia,” imbuh dia.

Tiongkok diketahui telah menandatangani pakta keamanan rahasia dengan negara Pasifik yaitu Kepulauan Solomon pada tahun 2022.

Meskipun rinciannya tidak pernah dipublikasikan, AS dan sekutu dekatnya Australia khawatir hal itu mungkin merupakan awal dari semacam pangkalan permanen Tiongkok.

Australia menginginkan kawasan yang seimbang di mana tidak ada pihak yang didominasi dan tidak ada pihak yang mendominasi, ucap Conroy.

Kedutaan Besar Tiongkok di Fiji pada bulan Juli menegaskan bahwa klaim bahwa mereka ingin mendirikan pangkalan militer di wilayah tersebut adalah narasi palsu yang didorong oleh motif tersembunyi.

Beijing telah menghabiskan ratusan juta dollar untuk membangun stadion olahraga, istana presiden, rumah sakit, dan jalan di negara-negara kepulauan Pasifik.

Kiribati, Kepulauan Solomon, dan Nauru dalam beberapa tahun terakhir telah memutuskan hubungan diplomatik yang telah lama terjalin dengan Taiwan demi bisa melakukan hubungan diplomasi dengan Tiongkok. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.