Fokus Pasar Domestik, PGN Tangguh di Tengah Gejolak Global
Senin, 14 Jul 2025, 14:58 WIBJAKARTAâ PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menegaskan ketahanan model bisnisnya di tengah ketidakpastian global, mulai dari gejolak geopolitik hingga potensi dampak kebijakan proteksionisme Amerika Serikat.Â
Dengan struktur bisnis terintegrasi yang sepenuhnya berbasis domestik dari pasokan, infrastruktur, hingga pasar pelanggan PGN mampu menjaga stabilitas operasional dan keuangan secara konsisten.
âPGN memiliki resiliensi tinggi terhadap volatilitas global karena 93% pasokan berasal dari sumber domestik, didukung infrastruktur yang seluruhnya berada di Indonesia serta portofolio pelanggan yang berorientasi domestik. Hal ini menjadikan eksposur kami terhadap risiko eksternal relatif minimal,â ujar Direktur Utama PGN Arief S. Handoko dalam Seminar Emiten 2025 yang diselenggarakan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta pekan lalu.
Ketegangan geopolitik dan kebijakan luar negeri AS diperkirakan menekan nilai tukar rupiah dan harga energi global. Dampaknya, sektor eksporâtermasuk elektronik, garmen, dan kulitâberpotensi menurunkan aktivitas produksi, sehingga konsumsi gas industri diperkirakan turun sekitar 2,34%.
Di sisi pasokan, potensi gangguan pengiriman LNG global dari Qatar akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz juga diwaspadai. Namun PGN tetap berada dalam posisi aman berkat prioritas pada sumber gas domestik dan diversifikasi portofolio suplai.
Sebagai pengelola lebih dari 95% infrastruktur hilir gas nasional, PGN menjalankan strategi G-A-S (GrowâAdaptâStep Out) yang memungkinkan PGN untuk menumbuhkan pasar gas dan infrastruktur domestik, beradaptasi dengan dinamika suplai dan regulasi, serta menjaga kesinambungan layanan energi bagi pelanggan industri, komersial, UMKM, dan rumah tangga.
âKami percaya fundamental domestik yang kuat adalah kunci ketahanan jangka panjang. Fokus kami tetap pada optimalisasi gas bumi nasional melalui efisiensi infrastruktur, diversifikasi pasokan, dan kesinambungan layanan,â ujar Arief.
Perluas Jaringan
PGN terus memperluas jaringan pipa dan terminal LNG untuk meningkatkan penetrasi pasar dan fleksibilitas pasokan energi ke berbagai wilayah. Optimalisasi operasional serta sinergi dengan Pertamina Group menjadi katalis penguatan profitabilitas.Â
PGN juga bersinergi dengan Pemerintah dalam percepatan integrasi infrastruktur dan efisiensi logistik untuk mendukung harga gas yang kompetitif dan utilisasi energi domestik.
âKami terus memonitor dan mengevaluasi dampak global terhadap operasional dan struktur biaya. Namun secara fundamental, PGN berada dalam posisi yang kuat untuk menjaga keberlanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham,â tutup Arief.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Banyumas Raya
-
Kopi Bengkulu Go Global, Ekspor Perdana ke Italia Capai 19,2 Ton
-
Cari Rumah Murah? Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Mulai Rp380 Juta
-
Garuda Shield 2026 di Baturaja Hadirkan Penerjun dari Lima Negara
-
Meksiko Keluhkan Sulitnya Jaga Hubungan Dagang dengan AS
-
Ajang Lari di Bali Libatkan Pelari dalam Aksi Sosial dan Pengurangan Emisi
-
Helikopter SAR Banten Dikerahkan Untuk Bantu Operasi Pencarian Jurnalis Hilang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.