Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Masih Terendam: Bupati Akui Normalisasi Sungai Belum Mampu Atasi Banjir

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Masih Terendam: Bupati Akui Normalisasi Sungai Belum Mampu Atasi Banjir Doc: Antara
Ket. Banjir setinggi tiga meter menggenangi Perumahan The Arthera Hill Ekstension di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Selasa (8/7) akibat luapan Kali Cikarang.

Kabupaten Bekasi - Program normalisasi sungai yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat belum mampu mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh di daerah itu, demikian disampaikan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

"Upaya normalisasi yang tengah berjalan belum memberikan dampak signifikan terhadap penanggulangan banjir karena di kita normalisasi ini ada 120 titik, tapi belum tuntas semua," kata Ade di Cikarang, Sabtu (12/7).

Hujan dengan intensitas tinggi sejak awal Juli 2025 kembali menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Sebanyak 29 desa dilaporkan terendam banjir dan 13.546 jiwa terdampak musibah tahunan itu.

Banjir disebabkan oleh luapan air yang berasal dari sejumlah sungai seperti Kali Bekasi, Kali Cikarang, Kali Cilemahabang, Kali Ulu serta beberapa saluran irigasi di wilayah itu.

Menurut Ade, berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, banjir paling banyak terjadi di kawasan perumahan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan perkampungan warga juga tidak luput dari banjir.

Seperti di Kampung Babakan Kecamatan Tambun Utara, Kampung Kali Ulu, dan Kampung Cibeber di Kecamatan Cikarang Utara serta sejumlah wilayah lain. Alih fungsi lahan dari area persawahan dan resapan air menjadi perumahan serta ruko turut memperparah situasi.

"Kita sebagai pemerintah tidak menyalahkan satu dan berbagai pihak tapi kita tetap di sini untuk bagaimana menjadi garda ke depan masyarakat dalam menanggulangi banjir," katanya.

Seperti banjir yang terjadi di Kecamatan Tambun Utara dan Babelan. Banjir terjadi di Jalan Raya Pisangan, Tambun Utara sepanjang dua kilometer sedangkan Jalan Raya Kebalen, Babelan hingga memutus akses warga menuju Kota Bekasi. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 120 centimeter.

Beberapa permukiman di sekitar Kali Gabus, seperti Desa Srimukti dan Desa Sriamur juga turut terdampak. "Tapi Kali Gabus, kali yang memang kita sudah normalisasi, dan bangunan yang kita tertibkan, ini ada penurunan kebanjiran. Jadi banjir sudah tidak ada lagi," ucapnya.

Sementara banjir berulang yang terjadi di Perumahan Artera Hill Serang Baru hingga enam kali dalam setahun terakhir juga menjadi perhatian. Ade menyebut sedang mengevaluasi perizinan kawasan tersebut.

"Saya sedang bahas itu. Cuma kita kembali di konteks dasar itu kan rumah yang sudah ditinggali punya anak dan punya istri misalkan kita ubah perizinan kan otomatis itu tidak diperbolehkan juga. Nanti kita lihat," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Tiba di AS, Xi Jinping Disa...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp104.850...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.