Kolaborasi Hijau! Danantara-Jepang Kunci Kerja Sama Strategis
Jumat, 11 Jul 2025, 14:50 WIBJAKARTA â Pembiayaan sangat penting dalam mempercepat transisi energi Indonesia karena transisi ini membutuhkan investasi yang besar untuk beralih dari energi fosil ke energi terbarukan.
Pembiayaan inovatif dari berbagai sumber, baik publik maupun swasta, diperlukan untuk mencapai target pengurangan emisi dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menandatangani nota kesepahaman dengan lembaga keuangan dan pembiayaan Jepang, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk membuka peluang pembiayaan dalam mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi hijau yang terkoneksi secara digital.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan kemitraan dengan JBIC merupakan sinyal kuat kepercayaan internasional terhadap agenda transisi hijau di Indonesia.
âDi Danantara Indonesia, kami berkomitmen untuk memobilisasi penanaman modal strategis yang mendukung prioritas nasional sekaligus memenuhi standar global untuk keberlanjutan, dampak, dan tata kelola," ujar Rosan.
Berdasarkan nota kesepahaman itu, kedua belah pihak akan mengidentifikasi dan mengembangkan bersama berbagai proyek prioritas, dengan berfokus pada dekarbonisasi dan ekonomi sirkular, termasuk energi terbarukan, transmisi listrik, serta pengelolaan air dan air limbah,
Selain itu, juga berfokus pada infrastruktur digital berkelanjutan seperti green data center, serta layanan kesehatan.
Kemitraan ini juga membuka peluang tersedianya berbagai instrumen keuangan, termasuk pinjaman, ekuitas, penjaminan, dan solusi khusus lainnya, untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis berskala besar di seluruh Indonesia.
âMoU ini kembali menambah jumlah tonggak sejarah dalam strategi kemitraan internasional Danantara Indonesia,â ujar Rosan.
Dengan berbagai proyek unggulan yang telah difasilitasi pada semester I-2025, Danantara Indonesia terus mendorong agenda pembangunan jangka panjang Indonesia melalui investasi yang inovatif dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Danantara Indonesia telah melakukan berbagai kerja sama investasi dengan di tingkat internasional, di antaranya bersama Qatar Investment Authority (QIA) menjalin kemitraan strategis untuk mengelola dana investasi senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk pembangunan di Indonesia.
Kemudian, Danantara Indonesia dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) telah meluncurkan Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) dengan modal hingga 2 miliar Euro atau setara Rp37,64 triliun (kurs Rp18.822 per Euro).
Terbaru, Danantara Indonesia melakukan MoU dengan perusahaan energi Arab Saudi yaitu ACWA Power, dengan total pendanaan proyek hingga 10 miliar dolar AS atau setara Rp162,36 triliun (kurs Jisdor: Rp16.236 per dolar AS).
- Danantara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Serang Bertahan dengan Cara Pahit
-
Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Listrik Saat Ditinggal Mudik Ala Schneider Electric
-
Arus Mudik H-2 Lebaran 2026 Padat Merayap
-
Harga BBM Naik Akibat Perang Iran, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
-
Panen Raya "Urban Farming" di Jaktim, Melon Inthanon Jadi Daya Tarik Utama
-
Posko mudik bertema Keraton Galuh di Ciamis
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.