- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur Pramono Canangkan...
Gubernur Pramono Canangkan Penataan Terpadu Lapangan Banteng dan Gedung A.A. Maramis
Jumat, 11 Jul 2025, 14:15 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mencanangkan penataan integrasi kawasan Lapangan Banteng dengan Gedung A.A. Maramis bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana di Lapangan Banteng sisi timur, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/7). Kegiatan ini menjadi tonggak awal pengembangan Formal-Heritage District yang mengedepankan integrasi ruang hijau dan kawasan bersejarah di Jakarta.
Menurut Gubernur Pramono, penataan ini bertujuan menghadirkan ruang publik baru yang inklusif dan menarik, sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang ramah bagi warganya. Ia menyampaikan bahwa Lapangan Banteng kini telah dibuka selama 24 jam, dengan respons positif dari masyarakat.
"Kalau ruang publik makin banyak, Jakarta jadi lebih menarik. Ketika Lapangan Banteng dibuka 24 jam, awalnya banyak yang ragu, tapi ternyata antusiasme luar biasa. Saat HUT Jakarta ke-498, sekitar 15.000 warga hadir di sini. Ini jadi bukti bahwa masyarakat butuh ruang seperti ini,â ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI dan Kementerian Keuangan RI, tanpa menggunakan dana APBD. Pembiayaan dilakukan melalui kompensasi pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) oleh PT Bank Jtrust Indonesia. Pekerjaan fisik akan dimulai pada Juli 2025 dan ditargetkan rampung Maret 2026.
"Kami dorong pembangunan kota yang tidak hanya bertumpu pada APBD. Ini bagian dari pendekatan kolaboratif yang ingin kami kembangkan,â tambahnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, Gedung A.A. Maramis yang dikelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) kini diarahkan untuk memberi nilai tambah lebih luas, baik secara sosial, ekonomi, maupun budaya.
âPrinsip kami adalah the highest and the best use dari aset negara, termasuk Gedung A.A. Maramis ini,â jelasnya.
Penataan kawasan ini juga mengusung pendekatan desain yang mengintegrasikan fungsi sosial, historis, dan keberlanjutan. Konsep shared street atau woonerf ala Niek De Boer akan diterapkan, menghilangkan sekat kaku antara kendaraan dan pejalan kaki. Hal ini bertujuan menciptakan pengalaman ruang kota yang aman, nyaman, dan mendorong interaksi sosial.
Desain kawasan akan mengedepankan pejalan kaki dan pesepeda dengan menghadirkan elemen-elemen seperti pohon peneduh, tempat duduk, dan permukaan jalan berpola. Pendekatan ini diharapkan memperlambat laju kendaraan, meningkatkan keamanan, dan menciptakan ruang publik yang ramah, inklusif, serta berkarakter.
Dengan proyek ini, Jakarta menegaskan komitmennya dalam memadukan pelestarian warisan budaya dengan pengembangan kota modern berbasis keberlanjutan dan partisipasi publik.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pos Pengamatan: Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Letusan Setinggi 900 Meter pada Sabtu Malam
-
Minat Punya Anak Menurun, Krisis Demografi Jepang Makin Dalam
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
Waspada! ICP Agustus Naik ke US$ 89,43 per Barel, Perang Jadi Pemicu
-
Badan Geologi ESDM: Gunung Anak Krakatau Masih Level Siaga
-
Marc Marquez Menang di MotoGP Misano 2026 Usai Unggul Poin Atas Jorge Martin
-
Pasukan Yaman Mengeklaim Lancarkan Serangan Drone Presisi ke Kelompok Houthi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.