Tak Hanya Diplomasi, RI-AS Kini Satukan Visi Lewat Kontrak Komersial
Rabu, 09 Jul 2025, 17:05 WIBJAKARTA â Kesepakatan komersial, terutama di sektor strategis, dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi asing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Sektor strategis seperti energi dan keamanan pangan memiliki dampak langsung pada stabilitas negara. Kesepakatan yang baik dapat membantu memastikan ketersediaan sumber daya dan mengurangi kerentanan terhadap guncangan.
Pengusaha Indonesia bersama mitranya dari Amerika Serikat (AS) berhasil mengamankan kesepakatan komersial di sektor strategis dengan total 34 miliar dolar AS atau sekitar Rp552,9 triliun sebagai bagian dari upaya meningkatkan hubungan ekonomi antar kedua negara.
Kesepakatan komersial tersebut dicapai dalam pertemuan bisnis tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kedutaan Besar Indonesia di Washington, D.C pada Senin (7/7).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (9/7), menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan AS, termasuk dalam upaya mencapai kesepakatan tarif perdagangan.
âHubungan ekonomi antara Indonesia dan AS selama ini selalu baik dan perlu terus dijaga. Salah satu langkah untuk memperkuat hubungan ini adalah melalui komitmen para pelaku usaha Indonesia untuk membeli produk-produk unggulan AS di sektor pertanian dan energi, dengan nilai total mencapai 34 miliar dolar AS,â kata Airlangga.
Kesepakatan dan komitmen komersial tersebut dituangkan dalam penandatanganan berbagai nota kesepahaman, yang diyakini dapat membuka jalan bagi peluang kerja sama baru dan memperdalam hubungan ekonomi bilateral.
âKami meyakini, kemitraan ini dapat menciptakan ribuan lapangan kerja yang berkualitas, mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan pertukaran pengetahuan dan teknologi di kedua negara,â kata Kuasa Usaha Ad Interim, Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Sade Bimantara, dalam pernyataan yang sama.
Melalui pertemuan bisnis tersebut, Pemerintah Indonesia berupaya menunjukkan komitmen untuk membina kemitraan yang saling menguntungkan dengan AS, yang berakar pada prinsip saling menghormati dan komitmen bersama untuk kemajuan.
Indonesia turut berharap dapat membangun hubungan ekonomi berorientasi pada masa depan yang menguntungkan kedua negara dan berkontribusi pada kemakmuran kawasan dan global.
Adapun kesepakatan komersial strategis tersebut dilakukan oleh para pemimpin industri Indonesia dari sektor-sektor strategis seperti energi, dan pertanian bersama mitra-mitra mereka di Amerika Serikat.
Di antara perusahaan yang hadir adalah PT. PERTAMINA, dan PT. Busana Apparel Group (mewakili Asosiasi Pertekstilan Indonesia), dan FKS Group, Sorini Agro Asia Corporindo (anggota Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia), dan Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia.
- Kesepakatan Dagang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Universitas Indonesia Perkenalkan Teh Mangrove di Pulau Harapan Kepulauan Seribu
-
Prediksi Puncak Arus Mudik Tol Belmera Medan 17 Maret 2026: Volume Kendaraan Naik 11 Persen
-
Gigih Lakukan Pencegahan dan Penanggulangan, Palu Terima Penghargaan Percepatan Penurunan Stunting dari Kemendagri
-
Menteri Bahlil Tegaskan, Perjanjian Dagang dengan AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi
-
Hari Toleransi Internasional
-
Pertamina Berkomitmen Jaga Kelancaran Distribusi BBM di Lombok
-
Hasil Forum Board of Peace: Indonesia Pimpin Rekonstruksi Gaza dan Deal Tarif Dagang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.