Investor Resah, BEI Didesak Benahi Kekacauan di Ajaib Sekuritas

Rabu, 09 Jul 2025, 22:15 WIB

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan ikut membantu penyelesaian masalah yang sedang terjadi antara Ajaib Sekuritas dengan nasabahnya, terkait dengan transaksi saham senilai Rp1,8 miliar.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang mengatakan BEI telah menerima dokumen terkait kronologi peristiwa yang terjadi antara Ajaib Sekuritas dengan nasabahnya.

Ket. Foto: Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

"Untuk sementara ini kita berkomunikasi dulu. Nanti bila perlu kalau memang tidak ketemu titik temunya, baru kita pastikan akan periksa untuk melihat faktanya bagaimana,” ujar Kristian saat di doorstop di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/7).

Kristian memastikan BEI akan secepatnya membantu penyelesaian permasalahan yang terjadi antara kedua pihak tersebut, yang mana BEI juga telah berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam proses penyelesaian masalah ini.

“Sesegera mungkin. Mudah-mudahan segera mereka ketemu dulu. Segera mungkin kami akan periksa kalau diperlukan,” ujar Kristian.

Ia memastikan BEI akan terus melakukan pengawasan dan monitor terhadap masalah ini, dan apabila tidak ada titik temu, maka BEI akan bertindak melakukan pemeriksaan.

“Kita akan awasi, akan monitor bagaimana penyelesaiannya. Kalau memang tidak ketemu titik temunya, kita akan periksa untuk melihat faktanya bagaimana,” ujar Kristian.

Sebelumnya, beredar informasi salah satu pengguna akun media sosial yang berniat melakukan transaksi saham senilai 9 lot atau sekitar Rp1 juta, namun mendapati transaksi 16.541 lot senilai Rp1,8 miliar terjadi di akun Ajaib Sekuritas miliknya.

Transaksi tersebut dilakukan menggunakan fitur trading limit atau fasilitas pembelian saham dengan daya beli tambahan dari sekuritas. Situasi ini membuat pengguna merasa dirugikan dan menuduh adanya kejanggalan.

Menanggapi perihal itu, Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana mengungkapkan hasil investigasi bahwa tidak ditemukan kejanggalan dalam proses maupun hasil transaksi saham senilai Rp1,8 miliar, sebagaimana dilaporkan oleh nasabah bersangkutan.

Selama beberapa tahun terakhir, ujar Juliana, nasabah bersangkutan telah melakukan transaksi miliaran rupiah dengan portofolio saham yang juga bernilai lebih dari Rp1 miliar.

Jumlah portofolio saham nasabah ini sekaligus menjawab pertanyaan sejumlah pihak mengapa nasabah bisa melakukan transaksi hingga lebih dari Rp1 miliar.

Juliana memastikan transaksi tersebut juga telah melalui proses konfirmasi di perangkat handphone yang tercatat sebagai trusted device dalam sistem Ajaib.

Pihaknya memastikan seluruh operasional mengikuti ketentuan OJK dan BEI. Perusahaan juga telah berkomunikasi dengan regulator untuk menjelaskan situasi ini secara transparan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.