- Home
-
- Luar Negeri
-
- Negara-negara ASEAN Ungkap...
Negara-negara ASEAN Ungkapkan 'Kekhawatiran' atas Tarif AS
Selasa, 08 Jul 2025, 15:55 WIBKUALA LUMPUR - Negara-negara Asia Tenggara akan menyatakan "kekhawatiran" atas tarif AS yang "kontraproduktif", menurut draft pernyataan yang dibagikan kepada AFP pada hari Selasa (8/7), setelah Donald Trump mengancam pungutan yang lebih tinggi kepada lebih dari selusin negara.Â
Perang dagang kemungkinan akan menjadi agenda utama saat para menteri luar negeri dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berkumpul di Kuala Lumpur untuk melakukan pembicaraan minggu ini.
"Kami menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan perdagangan global dan meningkatnya ketidakpastian dalam lanskap ekonomi internasional, khususnya tindakan sepihak terkait tarif," kata menteri luar negeri ASEAN, menurut rancangan Komunike Bersama.
Tanpa menyebut nama Amerika Serikat secara langsung, para menteri mengatakan tarif "kontraproduktif dan berisiko memperburuk fragmentasi ekonomi global dan menimbulkan tantangan kompleks bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi ASEAN".
Trump mengirim surat ke 14 negara yang mengumumkan bahwa bea masuk yang telah ditangguhkannya pada bulan April akan diberlakukan kembali dalam tiga minggu, bahkan lebih tajam.
Di antara yang menjadi sasaran adalah mitra dagang utama, Jepang dan Korea Selatan, yang masing-masing menghadapi tarif 25 persen.
Indonesia, Laos, Thailand, Malaysia dan Myanmar -- semuanya anggota ASEAN -- menghadapi bea masuk mulai dari 25 persen hingga 40 persen jika mereka tidak mencapai kesepakatan dengan Washington sebelum 1 Agustus.
Vietnam yang bergantung ekspor, yang juga merupakan anggota ASEAN, adalah satu dari dua negara yang telah mencapai kesepakatan sementara yang menghindarkannya dari tindakan Trump.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan bergabung dalam pertemuan para menlu ASEAN pada hari Kamis dan Jumat sebagai bagian dari perjalanan pertamanya ke Asia sejak menjabat.
Rubio kemungkinan akan memberi tahu para pemimpin ASEAN bahwa Amerika Serikat ingin "menyeimbangkan kembali" hubungan dagangnya, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada wartawan dengan syarat anonim.
Kunjungannya bertepatan dengan kunjungan mitranya dari Russia dan Tiongkok, Sergei Lavrov dan Wang Yi.
Namun seorang analis mengatakan kepada AFP, Rubio diperkirakan akan memainkan peran menenangkan setelah pengumuman tarif terbaru Trump.
"Kita bisa berharap pada pesan yang membangkitkan semangat dari Rubio, yang menegaskan kembali pentingnya Asia Tenggara bagi kebijakan luar negeri AS," kata Mustafa Izzuddin, analis hubungan internasional pada konsultan Solaris Strategies Singapura.
Namun ia menambahkan: "Pendalaman keterlibatan AS di Asia Tenggara mungkin terhambat oleh pendekatan transaksional Trump terhadap internasionalisme."
Pemimpin AS telah mengumumkan tarif impor yang besar-besaran pada apa yang disebutnya "Hari Pembebasan" pada tanggal 2 April, termasuk tarif dasar sebesar 10 persen pada semua negara.
Namun setelah terjadi gejolak di pasar, ia segera menangguhkan semua yang di atas 10 persen selama 90 hari untuk memberi kesempatan pada berlangsungnya perundingan.
Pada pertemuan puncak akhir bulan Mei, para pemimpin Asia Tenggara menyatakan kekhawatiran mendalam mereka terhadap serangan proteksionis Trump.
Tarif tersebut akan berlaku kembali pada hari Rabu 9 Juli dan Trump mengirimkan surat tersebut sebelum batas waktu tersebut.
Kementerian Perdagangan Malaysia mengatakan pada hari Selasa, pihaknya akan melanjutkan negosiasi untuk mencapai "perjanjian perdagangan yang seimbang, saling menguntungkan, dan komprehensif".
Perdana Menteri sementara Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan kepada wartawan pada Selasa, ia menginginkan "kesepakatan yang lebih baik". "hal yang paling penting adalah kita menjaga hubungan baik dengan AS", katanya.
- ASEAN
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kasus Keracunan Siswa, IDAI Warning Keras: Standar MBG Harus Diperketat!
-
Aparat Gabungan TNI Bersama RSUD Mulia dan PMI Kab Puncak Jaya Evakuasi Pengungsi Korban Penembakan KKB di Distrik Sinak
-
Asean Sepakat Dorong Anggaran Ketahanan Iklim di Kawasan
-
Pemprov Kepri Tambah Kuota Penerima Beasiswa untuk Pendidikan Tinggi di 2026
-
Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Nadiem Makarim Minta Maaf, Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.