Alcaraz Lolos dari Ujian Rublev, Terus Buru Hattrick Gelar Wimbledon

Senin, 07 Jul 2025, 08:40 WIB

LONDON, INGGRIS — Carlos Alcaraz kembali membuat jantung para pendukungnya berdegup kencang sebelum akhirnya menyingkirkan Andrey Rublev dan melangkah ke perempat final Wimbledon, menjaga asa meraih gelar ketiga beruntun di All England Club.

Bertanding di bawah atap Centre Court pada hari Senin (7/7) WIB, Alcaraz sempat kehilangan set pertama dari Rublev yang merupakan unggulan ke-14 asal Russia. Namun, petenis Spanyol itu bangkit dan menang 6-7(5), 6-3, 6-4, 6-4 di hadapan publik yang mayoritas mendukungnya.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz melaju ke perempat final Grand Slam Wimbledon 2025. — Sumber: AFP

Meski dua rival terbesarnya—unggulan pertama Jannik Sinner dan peraih tujuh gelar Wimbledon Novak Djokovic—tampil mengesankan sejauh ini, Alcaraz masih menunjukkan performa naik turun. Hal serupa kembali terlihat saat ia kesulitan menemukan ritme permainannya di awal laga, meski sempat memamerkan beberapa pukulan spektakuler, sebelum akhirnya tampil lebih stabil.

“Rublev adalah salah satu pemain paling agresif dan bertenaga di tur,” ujar Alcaraz usai pertandingan. “Saya rasa hari ini saya bermain dengan cerdas secara taktik. Itu pertandingan yang sangat bagus dan saya bangga akan hal itu.”

Juara lima gelar Grand Slam tersebut menekankan pentingnya keyakinan diri, terutama saat menghadapi tekanan.

“Tenis itu olahraga yang bisa berubah hanya karena satu poin,” tambahnya. “Satu poin bisa membalikkan keadaan. Karena itu, Anda harus tetap fokus sepanjang waktu, kuat secara mental. Saya tahu saya akan bermain lebih baik.”

Rublev tampil solid di set pembuka dan memaksanya ke tie-break sebelum merebut set tersebut. Namun Alcaraz mulai mengambil alih kendali dengan mematahkan servis Rublev di gim kedelapan set kedua dan kemudian menyamakan kedudukan.

Set ketiga berjalan lebih ketat, tetapi Alcaraz berhasil mencuri momentum dengan pukulan forehand luar biasa yang memaksa break, sebelum menutup set itu lewat dropshot berani yang memancing tepuk tangan penonton.

Tanda-tanda kekalahan Rublev semakin nyata setelah servisnya kembali dipatahkan pada gim kelima set keempat. Alcaraz tidak membuang kesempatan untuk menyegel kemenangan.

Perjalanan Alcaraz di Wimbledon tahun ini memang tidak mulus. Ia harus bermain lima set melawan veteran Italia Fabio Fognini di babak pertama dan kehilangan satu set saat menghadapi Jan-Lennard Struff di putaran ketiga.

Sebaliknya, Jannik Sinner belum kehilangan satu set pun dan hanya kehilangan 17 gim menuju babak keempat. Sementara Djokovic menunjukkan dominasinya saat menyingkirkan kompatriotnya Miomir Kecmanovic.

Kini, Alcaraz dan Sinner menjadi dua kekuatan dominan di tenis putra, membagi enam gelar Grand Slam terakhir sejak era "Big Three" mulai meredup. Namun di atas rumput, Alcaraz masih unggul jauh dengan catatan 33 kemenangan dari 36 laga level tur.

Satu-satunya kekalahan Alcaraz di Wimbledon sejak 2022 datang dari tangan Sinner di babak keempat. Sejak April lalu, ia mencatatkan 22 kemenangan beruntun—terbaik sepanjang kariernya.

Setelah menaklukkan Djokovic di dua final Wimbledon terakhir, Alcaraz kini mengincar tempat dalam jajaran legenda. Ia berpeluang menjadi pria kelima di era Open yang mampu meraih tiga gelar Wimbledon berturut-turut, menyusul jejak Bjorn Borg, Pete Sampras, Roger Federer, dan Djokovic.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.