Lima Rekomendasi Perguruan Tinggi se-Papua Mendapat Respons Cepat Kemendiktisaintek

Minggu, 06 Jul 2025, 20:32 WIB

JAKARTA – Perguruan-perguran tinggi seluruh Papua telah memberi lima rekomendasi. Rekomendasi ini mendapat respons dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Lima rekomendasi utama tersebut adalah, pertama: percepatan pembukaan program studi berbasis potensi daerah seperti pertambangan, energi, dan kemaritiman.

Ket. Foto: kampus — Sumber: ist

Kedua, penguatan pendanaan pendidikan tinggi melalui skema gotong royong antara pusat dan daerah. Ketiga, pendirian kampus negeri atau PSDKU di wilayah yang belum terjangkau PTS maupun PTN.

Keempat, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) melalui kemitraan dengan perguruan tinggi unggulan nasional. Kelima, sinkronisasi data dan pemetaan kebutuhan pendidikan tinggi berbasis wilayah adat dan konteks lokal.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Minggu, menyatakan akan langsung menindaklanjuti hasil rekomendasi secara konkret. "Sebelum membuka PTN, supaya cepat, Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), tahun depan sudah bisa langsung rekrut untuk prodi-prodi yang tidak ada di PTS. 

Brian menyoroti urgensi menghadirkan program studi yang relevan dengan kekayaan sumber daya dan kebutuhan masyarakat Papua. Dia juga menyatakan bahwa kementerian siap menunjuk kampus-kampus besar seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), dan lainnya sebagai pembina untuk mendampingi pelaksanaan program studi baru tersebut.

Untuk menyukseskan upaya tersebut, Brian mengajak pemerintah daerah setempat untuk berani mengalokasikan beasiswa daerah tanpa ragu, karena pihaknya siap mendukung dan memfasilitasi.

Menurutnya, upaya bersama ini tidak hanya soal angka partisipasi kasar, tetapi juga soal keadilan dan kesetaraan akses bagi seluruh anak bangsa, khususnya di tanah Papua.  

Menurutnya, para pengelola perguruan tinggi bahwa peran bapak/ibu ini sangat strategis. Peran bapak/ibu semua mencerdaskan anak-anak bangsa.

Itu peran yang akan terus diingat-ingat oleh anak didik sampai kapan pun. Jadi mutiara-mutiara ini yang akan memajukan tanah Papua bersumber atau hasil gemblengan bapak/ibu semua.  

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, menyampaikan dukungan penuh atas komitmen Kemdiktisaintek dalam memperluas akses pendidikan tinggi di tanah Papua.

Menurutnya, kehadiran kampus negeri juga sangat penting untuk membuka prodi-prodi unggulan dan mendorong peningkatan SDM lokal. Gubernur Elisa juga menyebut bahwa sebagian infrastruktur dan lahan telah tersedia, termasuk gedung, sarana prasarana, serta staf.

"Kami siap berkolaborasi dengan ITB, UI, IPB, dan universitas lain agar proses pendiriannya bisa dipercepat," ucap Elisa.

  • Papua
  • Kemendiktisaintek

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.