Lebak Serius Garap Laut, Nelayan Tak Lagi Melaut Kosong

Minggu, 06 Jul 2025, 11:02 WIB

LEBAK - Peningkatan hasil tangkapan dapat menaikkan pendapatan nelayan, sehingga daya beli mereka dapat meningkat dan pertumbuhan ekonomi lokal bisa terakselerasi.

Selain itu, hasil tangkapan yang lebih besar dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, terutama protein hewani, dan juga mendukung sektor pariwisata bahari. 

Ket. Foto: Perahu nelayan pesisir selatan Lebak ditambatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panggarangan setelah melaut. — Sumber: ANTARA/Mansur

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten terus meningkatkan produksi tangkapan nelayan guna mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir di daerah itu dengan menyalurkan bantuan sarana alat tangkap.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah di Lebak , Sabtu (5/7), mengatakan pemerintah daerah, provinsi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan alat tangkap nelayan itu guna meningkatkan produksi dan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

Saat ini, jumlah nelayan pesisir selatan Lebak yang beroperasi di 11 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebanyak 3.600 orang. Nelayan yang mendapatkan bantuan itu tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Penyaluran bantuan itu di antaranya perahu, kompas, jaring hingga pembangunan pelabuhan higienis.

Selain itu juga nelayan mendapatkan pelatihan bimbingan teknis juga keselamatan untuk menghindari kecelakaan laut.

"Kami komitmen untuk meningkatkan produksi tangkapan nelayan guna mendukung swasembada pangan khususnya ikan tangkap," kata Rizal.

Menurut dia, pesisir selatan Lebak cukup melimpah populasi ikan jenis pelagis besar, seperti ikan tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, dan tongkol.

Jenis ikan pelagis besar itu masuk kategori terbaik, karena habitatnya berada di Perairan Samudera Hindia, bahkan berat ikan tuna bisa mencapai 60 kilogram per ekor.

Selama ini, produksi ikan tangkapan nelayan rata-rata 6.000-8.000 ton/tahun dan dipasok ke sejumlah wilayah di Banten, Jawa Barat , Jakarta hingga ekspor.

"Kami meyakini dari tangkapan itu bisa menggulirkan perputaran uang hingga ratusan miliar rupiah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sejahtera nelayan," katanya.

Sementara itu, Edi (55) nelayan PPI Binuangeun Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya empat hari melaut bisa menghasilkan pendapatan bersih Rp1,5 juta setelah dibagi dengan empat nelayan, setor pemilik kapal, bahan bakar dan makan.

"Kami sejak tiga bulan terakhir ini tangkapan cukup lumayan hingga mencapai 8 ton ikan selama empat hari melaut," kata Edi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.