Genetik Jadi Fokus Kemenhut Terkait Kematian Bayi Harimau di Bukittinggi

Sabtu, 05 Jul 2025, 13:35 WIB

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) segera melakukan pemeriksaan genetik harimau sumatera di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat menyusul kematian seekor anak harimau pada 1 Juli 2025.

"Kemenhut melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan tim medis TMSBK akan melakukan pemeriksaan genetik pada induk dan keturunannya, untuk memvalidasi adanya dugaan kelainan hereditas," kata Direktur Jenderal KSDAE Kemenhut Satyawan Pudyatmoko melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Sabtu.

Ket. Foto: Arsip-Seekor Harimau Sumatra berada di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat. — Sumber: Antara Foto

Hal itu disampaikan Satyawan terkait kematian seekor anak harimau sumatera berjenis kelamin jantan di TMSBK Bukittinggi yang mengalami malanutri dan dugaan kelainan genetik.

Selain itu, Kemenhut juga akan melakukan kajian perilaku maternal, agar pola penolakan dapat diantisipasi dalam program breeding selanjutnya. Termasuk juga mengevaluasi secara menyeluruh standar perawatan, nutrisi dan manajemen stres pada kandang harimau.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, riwayat perkembangbiakan dan nekropsi terdapat indikasi kuat adanya faktor kelainan genetik serta perilaku maternal induk (maternal behaviour) yang turut mempengaruhi, kata dia.

Oleh karena itu, Kemenhut menduga kuat kematian anak harimau sumatra tersebut tidak hanya karena mengalami malanutrisi, tetapi juga adanya indikasi kuat kelainan genetik.

"Indukan harimau ini berusaha menolak anaknya sendiri yang tercermin dalam ketidakmauannya untuk menyusui dan merawat anaknya," kata Satyawan.

Menurutnya, kondisi tersebut terutama di alam bisa terjadi dikarenakan genetik defect atau induk stres. Hal ini juga memunculkan dugaan adanya kelainan genetik yang diturunkan dari garis induknya.

"Berdasarkan penjelasan tim dokter dan keeper upaya memberikan susu tambahan dan evakuasi sudah dilakukan, namun tidak dapat menolong namun ini yang perlu pendalaman," ujarnya.

Kajian dan evaluasi kematian anak harimau tersebut sekaligus memastikan komitmen Kemenhut dalam upaya konservasi harimau sumatera sebagai salah satu spesies prioritas, dengan memperhatikan kesejahteraan satwa (animal welfare) serta menjaga kemurnian genetik populasi.

"Setiap kejadian menjadi evaluasi penting agar penanganan ke depan semakin baik," kata dia.

  • Harimau Sumatra

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.