Gili Ketapang, Surga Snorkeling di Selat Madura
Jumat, 04 Jul 2025, 07:16 WIBDI SEBERANG pantai Kabupaten Probolinggo akan terlihat menyembul sebuah daratan yang terlihat kecil dari kejauhan. Gili Ketapang demikian disebut merupakan pulau yang hanya memiliki luas 68 hektar atau 0,68 kilometer persegi, namun kaya pesona bahari.
Berada di Selat Madura, Gili Ketapang berada pada jarak sekitar 8 km di lepas pantai utara Kota Probolinggo. Namun secara administratif, Gili Ketapang termasuk dalam wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, bukan di Kota Probolinggo.
Meski pulau tersebut cukup kecil namun penduduknya cukup padat. Menurut sensus nasional pada 2023, jumlah penduduk sekitar 8.606 jiwa pada tahun 2023, sebagian besar merupakan suku Madura dan berprofesi sebagai nelayan.
Nama Gili Ketapang berasal dari gabynga dua kata yaitu âgiliâ dan âKetapang.â Gili dalam bahasa Madura berarti mengalir, sementara Ketapang adalah nama desa di daratan Pulau Jawa yang terpisah dan menjadi pulau sendiri. Jadi, Gili Ketapang secara harfiah berarti âpulau yang mengalir dari Ketapangâ.Â
Masyarakat setempat meyakini bahwa pulau Gili Ketapang dulunya menyatu dengan daratan Desa Ketapang. Desa ini merujuk pada desa di Probolinggo yang dipercaya sebagai asal mula pulau ini. Kemudian, karena suatu peristiwa seperti letusan gunung atau kekuatan gaib, pulau ini terpisah dan terdorong ke tengah laut, sehingga disebut âGili Ketapang.â
Sekarang Gili Ketapang menjadi tujuan wisata populer yang dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di Pulau Jawa, terutama bagi pecinta wisata pantai dan snorkeling. Memang bernar pulau ini menawarkan berbagai daya tarik wisata pantai dan menawarkan pesona bawah laut.
Gili Ketapang terhubung dengan Pulau Jawa melalui perahu motor dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo. Waktu tempuh untuk sampai ke pulau ini mencapai sekitar 30 menit, dengan pemandangan lautan biru dan gunung-gunung seperti Gunung Bromo dan Gunung Argopuro.
Gili Ketapang dikenal karena pantainya yang luas, berpasir putih halus, dengan bentuk memanjang mirip âekorâ ikan, dan sisi yang berstruktur memanjang seperti âkepalanya.â Dilihat dari udara, pulau ini terlihat seolah menetes dari langit, maka dikenal sebagai âdrop of heaven.â
Bagi pecinta snorkeling Gili Ketapang memang seperti surga. Air laut di sekitar pulau sangat jernih ideal untuk melihat pemandangan bawah laut karena sangat jernih. Biota lautnya sangat beragam terdapat berbagai spesies terumbu karang dan ikan.
Terumbu karangnya terdiri dari berbagai jenis, termasuk karang keras, karang lunak, dan karang mati. Karang-karang ini menjadi rumah bagi berbagai biota laut, termasuk ikan hias yang berwarna-warni.Â
Sedangkan spesies ikan yang ada di perairannya berupa ikan badut (Nemo), ikan pembersih (seperti Gobi pembersih dan Ikan bintik biru), ikan kakatua, ikan kupu-kupu, dan lionfish. Selain itu, terdapat juga berbagai jenis ikan hias lainnya dengan berbagai ukuran.
Untuk melindungi keragaman spesies yang ada kawasan Gili Ketapang ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64/KEPMEN-KP/2020 Tahun 2020 tentang Kawasan Konservasi Perairan Gili Ketapang Dan Perairan Sekitarnya.
KKPD Gili Ketapang merupakan Kawasan konservasi dengan Kategori Taman Wisata Perairan. KKPD Gili Ketapang memiliki Luas area 476,78 ha yang terbagi menjadi empat (4) Zonasi yang terdiri dari berbagai zona.
Zona Inti seluas 15,16 hektar, Zona Pemanfaatan berupa subzona pariwisata seluas 25,63 hektar, Zona Perikanan Berkelanjutan seluas 421,93 hektar yang terbagi menjadi Sub zona perikanan Budidaya seluas 23,5 hektar dan Sub zona perikanan tangkap seluas 398,3 hektar dan Zona lain berupa sub zona Rehabilitasi seluas 14,06 hektar.
Karang di Gili Ketapang mengelilingi pulau ini terutama di wilayah bagian selatan pulau ini. Pengunjung dapat leluasa menikmati berbagai keindahan terumbu karang di berbagai titik yang ada dengan leluasa.
Pantainya dikenal sangat luas, berpasir putih halus cocok untuk dinikmati dengan duduk-duduk di atasnya. Bagi yang ingin menikmati ombak bisa di bagian timur pulau ini. Di  Pantai Goa Kucing ombak datang silih berganti meski tidak terlalu tinggi.
Petualangan di Gili Ketapang belum lengkap tanpa mencicipi hidangan laut segar yang disajikan langsung oleh penduduk setempat. Para nelayan yang mencari ikan di Selat Madura setiap hari membawa hasil tangkapan terbaik mereka, yang kemudian diolah menjadi berbagai masakan lezat.
Di pulau ini banyak ditemukan warung-warung sederhana yang menyajikan ikan bakar, cumi goreng tepung, atau udang rebus dengan bumbu khas Probolinggo. Harga yang ditawarkan juga cukup  terjangkau, sesuai dengan suasana pulau yang bersahaja.â
Untuk menikmati Gili Ketapang waktu yang tepat adalah selama musim kemarin yang biasanya berlangsung dari bulan April sampai September. Selama bulan-bulan ini, cuaca cerah dan kering, sehingga menyediakan kondisi yang sempurna untuk aktivitas pantai, snorkeling, dan menjelajahi pulau.
Selain bulan-bulan tersebut kondisi lautan di Gili Ketapang cukup berani, berombak, dan mendung. Hal ini cukup menyulitkan bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama untuk menjelajahi beberapa titik snorkeling yang menjadi aktivitas adalah pulau ini.
Bagi yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kehidupan kota Gili Ketapang adalah destinasi sempurna. Di sini bisa menghirup udara segara, menikmati keindahan alam dan kesunyian. Berinteraksi dengan penduduk yang polos dan bersahaja seolah menyadarkan akan hakikat kehidupan ini.
Dengan biaya yang terjangkau dan pengalaman yang luar biasa, pulau ini menjadi salah satu permata tersembunyi di Jawa Timur yang patut dikunjungi.
Apalagi tidak perlu waktu lama untuk sampai ke pulau dari bibir pantai Probolinggo.
Biaya tiket masuk ke Gili Ketapang cukup terjangkau yaitu sebesar 10.000 rupiah per orang. Sedangkan ongkos penyebrangan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo dengan perahu tradisional ke dermaga di pulau ini dikenakan tarif bervariasi mulai dari 20.000 per orang untuk sekali perjalanan.
Untuk menikmati fasilitas snorkeling lengkap termasuk transportasi menuju ke spotnya perlu merogoh kantong sebesar 100 ribu rupiah. Di sini aktivitas ini dilakukan mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.