Antisipasi Kekeringan, Petani Dimbau Tanam Palawija
Rabu, 02 Jul 2025, 02:20 WIBRejang Lebong, Bengkulu - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meminta petani padi di daerah itu beralih menanam tanaman palawija untuk mengantisipasi dampak kekeringan di musim kemarau.
"Para petani di Kabupaten Rejang Lebong diminta untuk melakukan penyesuaian jenis tanaman selama musim kemarau ini. Petani diminta beralih dari menanam padi ke tanaman palawija seperti jagung dan sayuran," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distankan Rejang Lebong Achmad Safriansyah saat dihubungi di Rejang Lebong, Selasa (1/7).
Dia menjelaskan, saat ini wilayah itu sudah memasuki musim kemarau sehingga petani harus mencari tanaman alternatif selain tanaman padi, dengan tanaman lainnya yang tidak banyak menyerap air yaitu tanaman palawija.
Sementara itu dampak musim kemarau di Kabupaten Rejang Lebong sudah mulai terasa, di mana sudah ada beberapa hektare tanaman padi warga setempat yang terdampak, salah satunya ialah di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup.
"Kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kelurahan Talang Benih itu sendiri akibat adanya bendungan Air Kepala Siring yang pada Apri 2025 lalu jebol akibat diterjang banjir." tegasnya.
Untuk memperbaiki jaringan irigasi yang mengalami kerusakan ini, tambah dia, kerusakan pada bendungan yang menjadi sumber irigasi primer tersebut, saluran air ke sawah-sawah warga di Kelurahan Talang Benih jadi tidak tumbuh optimal.
"Kami tidak memiliki kewenangan langsung untuk memperbaiki bendungan, karena bendungan itu masuk dalam kategori irigasi primer yang bukan berada di bawah kendali Distankan Rejang Lebong," katanya.
Distankan Rejang Lebong, tambah dia, saat ini tengah menyiapkan mesin pompa untuk dipinjamkan kepada petani, namun pihaknya mengalami kendala teknis berupa keterbatasan panjang selang dan tidak tersedianya bahan bakar minyak (BBM).
"Kami siapkan mesin pompa, namun untuk selang airnya ternyata pendek dan tidak ada BBM-nya. Kalau petani punya selang sendiri dan bersedia mengisi BBM, silakan pinjam alat itu ke Distankan Rejang Lebong," ujarnya.
Menurut dia, sebelumnya ada salah satu kelompok tani yang melaporkan kondisi ini secara langsung kepada Bupati Rejang Lebong. Namun hingga saat ini solusi jangka panjang masih menunggu penanganan dari pihak yang berwenang atas infrastruktur irigasi utama tersebut.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Permintaan Daging Ayam Ras dan Emas Picu Inflasi 0,21 Persen di Jabar
-
Dari Gen ke Genom, Revolusi Ilmu yang Mengubah Manusia
-
Pemkot Yogyakarta Targetkan 1.000 Biopori Jumbo Kurangi Sampah
-
Puspom TNI Amankan Empat Oknum Denma BAIS TNI
-
Deindustrialisasi dan Deflasi Bisa Timbulkan Masalah Sosial Baru
-
Anggota DPR: Raja Juli Tak Bisa Disalahkan atas Kerusakan Hutan
-
Harga Pakan Terus Bergejolak, Kementan Pasang Strategi Antisipatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.