Gencatan Senjata Buka Keran Energi! Mesir Kembali Banjir Gas Israel Usai Konflik Israel-Iran Mereda

Selasa, 01 Jul 2025, 06:57 WIB

JAKARTA - Setelah gencatan senjata diumumkan antara Israel dan Iran, hubungan dagang energi kembali bergairah. Mesir langsung mengambil langkah cepat dengan mengimpor gas alam dalam jumlah besar dari Israel, menyusul diaktifkannya kembali ladang gas Leviathan, ladang gas terbesar milik Israel, pada Rabu (25/6/2025).

Volume ekspor Israel ke Mesir melonjak drastis dari sebelumnya hanya 260 juta kaki kubik per hari menjadi 1 miliar kaki kubik per hari. Ini menjadi sinyal penting bagi Mesir, yang kini berstatus sebagai importir energi setelah bertahun-tahun menjadi eksportir.

Ket. Foto: Ilustrasi kilang minyak — Sumber: Freepik

Saat pasokan gas tersendat selama konflik 12 hari, pemerintah Mesir sempat menerapkan kebijakan darurat dengan membatasi suplai gas industri dan mengandalkan bahan bakar alternatif untuk menghidupkan pembangkit listrik. 

Kini, saat pasokan mulai stabil, dan pabrik-pabrik yang sebelumnya terhenti kembali beroperasi normal.

Sementara itu, pasar energi global ikut terdampak konflik, namun mulai stabil kembali. Setelah sempat melonjak, harga minyak dunia turun sekitar 12 persen dalam sepekan terakhir. 

Brent ditutup di USD 68,08 dan WTI di USD 65,64 per barel pada Jumat (27/6/2025), hampir kembali ke level sebelum konflik pecah pada Jumat (13/6/2025).

Pengumuman gencatan senjata disampaikan langsung Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social pada Selasa (24/6/2025). Dia mengonfirmasi kesepakatan damai sudah disepakati dan berharap tidak ada pelanggaran di kemudian hari. 

Kabar ini langsung menenangkan kekhawatiran pasar global terhadap krisis pasokan energi.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.