Cianjur Siapkan Rp96 Miliar untuk RSUD Baru
Selasa, 01 Jul 2025, 19:00 WIBCianjur - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, menganggarkan dana sebesar Rp96 miliar untuk membangun rumah sakit baru di Kecamatan Campaka yang tahun ini masuk tahap perencanaan termasuk proses perizinan dan Dokumen Desain Mendetail (DMD).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal di Cianjur, Selasa (1/7), mengatakan, proses perizinan mencakup analisis dampak lingkungan (AMDAL), penyusunan master plan (rencana induk), dimana anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp960 juta atau 1 persen dari biaya pembangunan.
"Kabupaten Cianjur yang memiliki 32 kecamatan dengan jumlah jiwa lebih dari 2,6 juta masih membutuhkan dua sampai tiga rumah sakit guna pemerataan layanan kesehatan mulai dari wilayah utara sampai selatan," katanya.Â
Rumah sakit baru di Kecamatan Campaka dengan tipe pelayanan lengkap atau one stop service, dinilai mendekatkan jarak bagi masyarakat dari sejumlah kecamatan terdekat dalam mendapat layanan kesehatan tanpa harus jauh ke kota Cianjur.Â
Sedangkan untuk biaya pembangunan sebesar Rp96 miliar, tutur dia, pemerintah daerah akan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat karena keterbatasan anggaran dari APBD Cianjur tahun 2025, sedangkan untuk perencanaan diambil dari APBD Cianjur 2025.Â
"Untuk perencanaan masih bisa dianggarkan dari APBD Cianjur tahun 2025 sedangkan untuk pembangunan kita membutuhkan bantuan pusat, dimana pengajuan sudah dilayangkan dengan harapan dapat dikabulkan, sehingga tahun depan RSUD Campaka dapat dibangun," katanya.Â
Pihaknya menargetkan dua rumah sakit baru lainnya di wilayah utara dan barat setelah RSUD Campaka terealisasi, guna pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh kecamatan di Cianjur.
Sedangkan terkait target Universal Health Coverage (UHC) tahun 2025, tambah dia, tetap menjadi prioritas sesuai instruksi Bupati Cianjur, sehingga pembangunan rumah sakit baru dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu pembiayaan program kesehatan lain.Â
âPembiayaan pembangunan rumah sakit akan disesuaikan setelah target UHC dapat berjalan di tahun 2025, sehingga program prioritas tidak akan terganggu dengan pembangunan rumah sakit, karena tahun ini baru perencanaan," tegas dia.Â
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SIWO PWI Pusat Kecam Keras Intimidasi Ofisial Malut United Terhadap Wartawan Peliput
-
'Wired Different' Kampanye Global MotoGP untuk Musim Ini
-
Wamenekraf Dorong Revolusi Teknologi untuk Buka Pintu Kerja Generasi Muda
-
Menpar Widiyanti: Kinerja Pariwisata Nasional 2025 Lampaui Target Pemerintah
-
Ip Man Wing Chun Exhibition Jakarta Sajikan Warisan Legendaris
-
Andalan Ajak Perempuan Indonesia Mandiri Tentukan Pilihan KB
-
Rute Baru Banyuwangi–Lombok Dibuka, Okupansi Awal Capai 61%
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.