Museum Western Australia Gelar Pameran Prajurit Terakota

Senin, 30 Jun 2025, 19:57 WIB

PERTH - Pameran yang tengah berlangsung di Western Australian Museum Boola Bardip tentang Prajurit Terakota Tiongkok yang terkenal di dunia akan memperdalam pemahaman warga Australia terhadap kebudayaan Tiongkok, seperti diungkapkan CEO museum itu, Alec Coles.

Bertajuk "Prajurit Terakota: Warisan Kaisar Pertama" (Terracotta Warriors: Legacy of the First Emperor), pameran ini secara resmi dibuka untuk umum pada Sabtu (28/6) di Western Australian Museum Boola Bardip.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Saya harap pameran ini dapat membantu banyak warga Australia, khususnya Australia Barat, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sejarah dan kebudayaan Tiongkok, kata Coles kepada Xinhua dalam sebuah wawancara terbaru. Coles, yang telah menjabat sebagai CEO museum tersebut sejak 2010, pertama kali menggagas ide untuk pameran itu pada 2016. Proyek tersebut terwujud setelah berkolaborasi selama bertahun-tahun dengan para mitranya di Provinsi Shaanxi, Tiongkok.

Pameran itu, yang akan berlangsung selama delapan bulan, menampilkan lebih dari 100 artefak Tiongkok kuno, yang banyak di antaranya baru pertama kali dipamerkan di luar negeri.

Coles, yang telah menjabat sebagai CEO museum tersebut sejak 2010, pertama kali menggagas ide untuk pameran itu pada 2016. Proyek tersebut terwujud setelah berkolaborasi selama bertahun-tahun dengan para mitranya di Provinsi Shaanxi, Tiongkok.

20250630193955_CjkinzN007013_20250630_CBMFN0A004.jpeg

Pameran ini difoto selama pratinjau media pameran "Terracotta Warriors: Legacy of the First Emperor" di Museum Australia Barat Boola Bardip di Perth, Australia. ANTARA/Xinhua/Zhou Dan

Coles menyebut bahwa teknologi digital multimedia melengkapi pengalaman tersebut untuk memperkaya kisah Prajurit Terakota dan memamerkan skala serta seni mereka yang luar biasa.

Sebagai pameran museum terbesar di Australia Barat dalam beberapa tahun terakhir, pameran ini diperkirakan akan menarik sekitar 180.000 pengunjung.

Coles menyebut bahwa teknologi digital multimedia melengkapi pengalaman tersebut untuk memperkaya kisah Prajurit Terakota dan memamerkan skala serta seni mereka yang luar biasa.

"Ini akan menjadi daya tarik wisata utama, yang sangat bagus untuk ekonomi pariwisata," ujarnya.

Ke depannya, Coles menekankan bahwa dia berharap pameran ini menandai awal dari kemitraan jangka panjang, dan pertukaran budaya seperti ini berperan penting dalam hubungan internasional. Ant/Xinhua

  • tentara terakota

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.