Kedokteran Hewan, Program Studi Baru di Universitas Negeri Semarang 

Senin, 30 Jun 2025, 22:35 WIB

Semarang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) resmi membuka program studi baru pada tahun ini, yakni Prodi Kedokteran Hewan yang bernaung di bawah Fakultas Kedokteran.

Pembukaan prodi baru itu setelah mendapatkan rekomendasi pemenuhan persyaratan akreditasi minimal dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (LAM-PTKes).

Ket. Foto: Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). — Sumber: Antara

Dekan Fakultas Kedokteran Unnes Prof Dr dr Mahalul Azam, di Semarang, Senin, menjelaskan bahwa ilmu kedokteran hewan saat ini berkembang sangat pesat seiring dengan banyaknya populasi hewan di Indonesia, baik hewan ternak maupun hewan peliharaan, sementara perguruan tinggi yang memiliki prodi kedokteran hewan masih relatif minim.

"Kedokteran hewan memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan," katanya.

Seiring dengan pertumbuhan sektor peternakan, perikanan, industri farmasi hewan, konservasi satwa, dan sumber pangan hewan, lanjut dia, kebutuhan dokter hewan di Indonesia saat ini semakin meningkat.

Pembukaan Prodi Kedokteran Hewan Unnes telah dipersiapkan sejak lama, yakni dengan mempersiapkan infrastruktur perkuliahan, dan juga telah merekrut sejumlah dosen bidang kedokteran hewan.

Ia mengatakan bahwa Unnes juga menerima rekomendasi dari Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI).

Pada saat yang sama, Unnes juga telah divisitasi oleh Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI).

Sebagai pengakuan atas kesiapan Unnes menyelenggarakan Pendidikan pada program studi kedokteran, terbit surat rekomendasi dari LAM-PTKes pada 21 Juni 2025.

Dengan terbitnya rekomendasi tersebut, Unnes sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri yang resmi memiliki prodi kedokteran hewan di Jawa Tengah.

Tak hanya peternakan, potensi kesehatan hewan peliharaan dan perawatan hewan eksotik juga sangat besar.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan dokter hewan belum mencapai rasio ideal, padahal Jateng merupakan salah satu provinsi yang memiliki populasi hewan ternak tertinggi di Indonesia.

"Kami mengundang putra-putri dari seluruh wilayah Indonesia untuk bergabung dalam Prodi Kedokteran Hewan Unnes," katanya.

Sementara itu, Kepala Humas Unnes Rahmat Petuguran menjelaskan bahwa pada tahun pertama ini Unnes akan menerima 60 mahasiswa melalui Seleksi Mandiri Tes Tulis Gelombang 2.

Ia mengatakan bahwa pendaftaran Prodi Kedokteran Hewan Unnes telah dibuka dan akan ditutup pada tanggal 26 Juli 2025.

"Prodi Kedokteran Hewan Unnes akan berada di naungan Fakultas Kedokteran bersama Prodi Kedokteran, Ilmu Gizi, Kesehatan Masyarakat, dan Farmasi," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.