Harga Global Anjlok, Ekspor Batu Bara Indonesia Terpukul, Penambang Alihkan Fokus ke Pasar Domestik

Rabu, 25 Jun 2025, 14:20 WIB

JAKARTA - Tiongkok dan India, dua negara pengimpor utama batu bara termal, memangkas pembelian mereka dari Indonesia seiring dengan tren penurunan harga global. Kedua negara kini lebih memilih batu bara berkalori tinggi dari negara lain, karena secara ekonomi dinilai lebih efisien dalam menghasilkan energi per tonnya. Kondisi ini memperberat posisi batu bara Indonesia yang mayoritas berkalori sedang hingga rendah.

Menurut Vasudev Pamnani, Direktur di I-Energy Natural Resources, harga batu bara kalori tinggi saat ini relatif terjangkau sehingga secara perbandingan energi, satu juta ton batu bara jenis ini dapat menggantikan hingga 1,5 juta ton batu bara berkalori rendah. Artinya, meskipun harga per ton lebih mahal, efisiensi energi yang diperoleh jauh lebih besar.

Ket. Foto: Seorang pekerja mengoperasikan kendaraan berat untuk menurunkan batu bara dari tongkang ke truk untuk didistribusikan, di pelabuhan Karya Citra Nusantara di Jakarta Utara, Indonesia. — Sumber: Reuters

Di pasar Tiongkok, batu bara termal dari Indonesia kalah bersaing dengan pasokan diskon dari Rusia yang memiliki mutu serupa. Sementara itu, Zhiyuan Li dari lembaga analisis Kpler menjelaskan bahwa tekanan terbesar berasal dari kompetisi harga dan kualitas. Batu bara dari Mongolia kini mendominasi pasar Tiongkok, sedangkan batu bara Afrika Selatan menguat di India.

Data bea cukai menunjukkan bahwa pangsa pasar batu bara Indonesia di Tiongkok dan India terus menyusut selama lima bulan pertama 2025. Total ekspor batu bara Indonesia turun 12% menjadi 187 juta ton pada periode Januari–Mei. Penurunan terbesar terjadi di Tiongkok (-12,3%) dan India (-14,3%), di mana masing-masing lebih memilih alternatif dengan mutu energi lebih tinggi.

Indeks harga batu bara Australia dan Indonesia juga terus melemah sejak Oktober 2023. Penurunan ini memperbesar tekanan kompetitif terhadap batu bara Indonesia yang dinilai kurang bernilai tambah dalam pasar global saat ini.

Menghadapi penurunan tajam ekspor, para penambang Indonesia mulai mengalihkan fokus ke pasar domestik. Menurut Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia, pengiriman lokal diperkirakan meningkat 3% tahun ini, sementara ekspor diproyeksikan turun sekitar 10%. Permintaan lokal, terutama dari sektor pabrik peleburan nikel, menjadi penopang utama pertumbuhan konsumsi domestik.

Data pemerintah yang ditinjau Reuters menunjukkan bahwa permintaan dalam negeri saat ini mencakup 48,6% dari produksi batu bara nasional, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Industri peleburan dianggap lebih menguntungkan dibandingkan penjualan ke industri listrik atau ekspor, apalagi mengingat harga jual domestik ke sektor kelistrikan dibatasi oleh pemerintah.

20250625140103_1000194752.jpg

Ramli Ahmad, Presiden Direktur Ombilin Energi, menyebut bahwa prospek batu bara kalori rendah akan tetap sulit selama batu bara kalori tinggi masih kompetitif secara harga. Namun, ada peluang pemulihan jika konflik di Timur Tengah kembali mendorong harga batu bara global, terutama batu bara dengan mutu lebih tinggi.

Saat ini, industri peleburan menjadi titik terang dalam lanskap batu bara Indonesia. Selain menyerap pasokan dalam negeri, sektor ini memberikan margin harga lebih baik bagi para penambang.

“Kami mendapatkan harga yang lebih baik dari peleburan ketimbang ekspor ke China atau industri listrik,” ungkap Ramli.

Dalam situasi global yang bergejolak, diversifikasi pasar dan fokus ke sektor domestik menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan industri batu bara Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.